A.
Bintang
Ø Pengertian Bintang
Bintang merupakan benda
angkasa yang dapat memancarkan cahaya. Bentuk bintang adalah bola gas besar
yang terdiri atas beberapa unsur gas, diantaranya ada gas hydrogen dan helium
yang merupakan komponen utama.
Bintang yang dapat
memancarkan cahayanya sendiri disebut bintang nyata, dan bintang yang tidak
dapat memancarkan cahayanya sendiri tetapi dapat memantulkan cahaya dari
bintang lain disebut bintang semu.
Contoh bintang nyata
adalah Matahari yang merupakan bintang terbesar di dalam Sistem Tata Surya dan merupakan
inti pusat dari Tata Surya yang dapat menghasilkan energy cahaya dan panas yang
sangat berguna bagi kehidupan di bumi.
Contoh bintang semu adalah planet Venus yang tidak dapat
menghasilkan cahayanya sendiri, akan tetapi dapat memantulkan cahaya dari
matahari, sehingga planet Venus terlihat sangat terlihat terang dan dijuluki
sebagai bintang fajar dan bintang senja, karena dapat dilihat kira-kira selama
4 jam sebelum matahari terbit dan dapat dilihat lagi di Barat saat matahari
akan terbenam.
Ø Ciri-ciri Bintang
1)
Komposisi
Bintang
Bintang – bintang di
galaksi Bima Sakti, komposisi massanya terdiri dari sekirar 71% hydrogen, 27% helium,
dan sisanya adalah unsur-unsur yang lebih berat. Untuk mencari mengetahui porsi
unsur-unsur berat, biasanya dilakukan dengan cara mengukur jumlah muatan besi
yang terkandung dalam atmosfer bintang.
Alasannya adalah karena
besi merupakan unsur yang umum dan garis spectrum serapannya relatif mudah
untuk dihitung. Dengan melakukan pengukuran terhadap komposisi bintang, kita
akan dapat menentukan berapa usia bintang dan juga kita akan dapat
menjadikannya sebagai pentujuk apakah sebuah bintang memiliki sistem planet
atau tidak.
2)
Massa Bintang
Menurut Ask an
Astronomers dari Universitas Cornell, untuk mengukur massa suatu bintang,
biasanya para ahli astronomi melakukannya dengan cara sistem bintang biner.
Sistem bintang biner adalah kumpulan dua atau lebih bintang yang saling
mengorbit pusat massanya satu sama lain.
Dengan mengukur
seberapa jauh jarak antara dua bintang dalam sistem biner, kecepatan mengorbit
masing-masing bintang, dan periode mengorbit keduanya, para ahli astronomi
dapat menentukan dengan presisi seberapa berat massa bintang-bintang tersebut.
Setiap bintang di
angkasa memiliki massa yang berbeda-beda, misalnya saja Bintang Eta Carinae
yang merupakan salah satu bintang paling masif yang memiliki massa hingga 100-150 kali massa
matahari, sehingga jangka hidup yang dimiliki bintang ini hanya beberapa tahun
saja. Kemudian ada juga bintang bernama R136 dalam gugus bintang RMC136, yang
memiliki massa 265 kali massa matahari.
3)
Ukuran Bintang
Karena jaraknya yang
sangat jauh dari tata surya, semua bintang selain matahari, jika dilihat dari
bumi dengan mata telanjang maka akan tampak seperti titik titik kecil yang
bersinar di angkasa.
Tapi ukuran sebenaranya
dari bintang sangatlah beragam, mulai dari bintang Neutron yang hanya
berdiameter 20 sampai 40 km, hingga bintang maharaksasa seperti Betelgeuse di
rasi bintang Orion, yang berdiameter sekitar 650 kali diameter matahari atau
sekitar 900 juta km. Namun kepadatan yang dimiliki Betelgeuse jauh lebih rendah
daripada kepadatan yang dimiliki matahari.
4)
Suhu Bintang
Suhu permukaan suatu bintang
ditentukan dari energi di intinya, dan biasanya tinggi-rendahnya suhu suatu bintang
diperkirakan berdasarkan indeks warna bintangnya. Bintang masif biasanya memiliki
suhu hingga 50.000o C.
5)
Struktur Inti
Bintang
Suatu Bintang terbentuk
apabila memiliki bagian inti yang setimbang secara hidrostatis. Kesetimbangan hidrostatis
ini terjadi ketika tekanan dari dalam ke luar bintang mengimbangi gaya
gravitasi yang menarik bintang dari luar ke dalam. Selain berada dalam kesetimbangan
hidrostatis, inti bintang juga mempertahankan kesetimbangan termal (suhu).
6)
Medan Magnet
Bintang
Medan magnet suatu
bintang dihasilkan dari bagian inti bintang, dimana terjadinya gerakan plasma
yang berfungsi seperti sebuah dinamo. Medan Magenet yang dihasilkan tersebut
meliputi seluruh bintang.
Massa kandungan bintang
dan aktivitas pada permukaan suatu bintang adalah faktor yang menentukan
kekuatan dari medan magent yang dimilki bintang tersebut.
7)
Rotasi Bintang
Laju rotasi suatu
bintang dipengaruhi oleh Medan mangnet dan angin suatu bintang. Bintang yang
lebih mudah biasanya memiliki laju rotasi yang lebih cepat dibandingkan bintang
yang lebih tua.
8)
Usia Bintang
Pada umumnya, sebagian
besar bintang berusia 1 hingga 10 miliar tahun, tapi ada juga beberapa bintang
yang berusia mendekati 13,8 miliar tahun (umur alam semesta, yang dihitung
mulai dari terjadinya ledakan besar). HE 1523-0901 yang merupakan bintang
tertua yang ditemukan hingga saat ini, diperkirakan telah berusia 13,2 miliar
tahun.
Semakin besar massa
sebuah bintang, maka semakin pendek pula usianya. Alasannya adalah karena
bintang dengan massa yang besar akan memiliki tekanan yang besar pula pada
intinya, sehingga menyebabkan hydrogen terbakar dengan lebih cepat. Sementara
bintang dengan massa minimum membakar bahan bakarnya dengan perlahan, sehingga
dapat bertahan sampai puluhan bahkan ratusan miliar tahun.
Ø Proses Terbentuknya Bintang
Bintang pada dasarnya
adalah bola gas besar yang terbentuk dari gas dan debu. Bintang terbentuk di
dalam awan molekul, sebuah area yang luas dengan kerapatan yang tinggi. Sebagian
besar komponen yang terdapat pada awan ini adalah hydrogen, helium, dan
beberapa unsur berat lainnya.
Proses terbentuknya
bintang dimulai dengan ketidakstabilan gravitasi di dalam awan molekul.
Gangguan ini dipicu oleh gelombang dari supernova akibat benturan dua galaksi.
Ketidakstabilan
gravitasi ini akan membuat awan yang massanya dapat mencapai ribuan kali massa
matahari ini runtuh dengan gaya gravitasinya sendiri. Bintang-bintang ini
terbentuk secara berkelompok karena awan molekul yang runtuh sangatlah besar,
kemudian barulah mereka terpecah menjadi konglomerasi individual.
Bintang tersebut lama
kelamaan akan semakin bertambah kerapatannya. Pada proses ini energy gravitasi
akan diubah menjadi energy panas sehingga suhu/tempaturnya sebuah bintang akan
meningkat.
Ketika tercapainya
kesetimbangan hidrostatik, maka sebuah proto-bintang akan terbentuk di intinya.
Ketika temperatur di inti proto-bintang meningkat mencapai angka 10 jutao
K, maka hydrogen di inti akan menjadi helium dalam suatu reaksi termonuklir.
Proses ini akan terus berlangsung selama puluhan juta tahun.
Apabila kandungan
hydrogen di inti bintang habis, maka inti tersebut akan mengecil dan
membebaskan energy panas dan memanaskan lapisan luar bintang. Lapisan luar yang
mesih mengandung banyak hydrogen ini akan mengembang dan warnanya menjadi
merah.
Seiring berjalannya
waktu bintang tersebut akan menjadi bintang super raksasa merah, kemudian
membentuk nova hingga akhirnya hancur. Bintang yang telah hancur akan bisa
berubah menjadi bintang neutron atau lubang hitam, tergantung dengan
kondisinya.
Ø Jenis-jenis Bintang
Jenis bintang dibagi
menjadi 2, yaitu jenis bintang berdasarkan efek Luminosistas dan jenis bintang
berdasarkan suhunya.
1.
Jenis Bintang
berdasarkan Efek Luminosistas :
·
0 (Maha-maha
Raksasa)
·
I (Maharaksasa)
·
II (Raksasa
Terang)
·
III (Raksasa)
·
IV (Sub-Raksasa)
·
V (Deret Utama)
·
VI (Sub-Katai)
·
VII (Katai
Putih)
2.
Jenis Bintang
berdasarkan Suhunya :
·
O (lebih dari
33.000o K)
·
B (10.500-30.000o
K)
·
A (7.500-10.000o
K)
·
F (6.000-7.200o
K)
·
G (5.500-6.000o
K)
·
K (4.000-5.200o
K)
·
M (2.600-3.850o
K)
Ø Contoh Bintang
1.
Pistol Star
Pistol Star pertama
kali ditemukan tahun 1991 dengan memakai teleskop Hubble. Jarak antara bumi
dengan bintang ini adalah 25 ribu tahun cahaya. Menurut perhitungan para
peneliti, ukuran bintang ini 80 sampai 150 kali lebih besar dari pada matahari.
2.
Mu Cephei
Mu Cephei adalah
bintang berwarna merah darah yang berukuran sangat besar yang terletak di
konstelasi Cepheus. Berdasarkan perhitungan matematis, ukuran bintang ini
sedikit lebih besar dari diameter orbit Jupiter ke Matahari.
Penemu dari bintang ini
yaitu William Herschel yang merupakan seorang peneliti asal Jerman, terus
memantau bintang ini sampai saat ini. Karena terlihat bahwa cahaya Mu Cephei
makin terlihat redup, para peneliti pun menyimpulkan bahwa bintang satu ini
sebentar lagi akan segera mati.
3.
VV Cephei

VV Cephei juga
merupakan salah satu bintang yang terletak di konstelasi Cepheus. Jarak antara
bintang ini dengan bumi adalah sekitar 5 ribu tahun cahaya. VV VV Cephei warna
cahayanya hampir sama seperti Mu Cephei yaitu berwarna kemerahan.
Bintang ini pernah jadi
bintang paling besar di alam semesta yang pernah ditemukan manusia. Namun
ukuran sebenarnya dari bintang ini masih tidak bisa ditentukan secara pasti.
Ada beberap faktor yang
menyebabkan hal tersebut, misalnya bentuknya yang tidak bulat sempurna, cahaya
yang tidak stabil, parameter orbital, dan masih banyak yang lain.
4.
VY Canis Majoris
VY Canis Majoris yang memiliki
ukuran 2 ribu kali lipat dari ukuran matahari, membuat peneliti terkagum-kagum
dan mulai menanyakan akan batasan dari ukuran yang bisa dihitung oleh manusia. Menurut
kesimpulan para peneliti, ukuran bintang yang besar ini dapat dibayangkan sama
seperti jarat orbit Saturnus ke Matahari.
Dengan ukurannya itu,
bintang ini pun mendapatkan gelar sebagai salah satu bintang terbesar di alam
semesta yang diketahui oleh umat manusia. Jika dihitung dari Bumi, jarak
bintang ini hanya sekitar 5 ribu tahun cahaya. Bintang ini termasuk tetangga
dekat, walaupun ukuran dekatnya berada di dimensi luar angkasa yang sangat
Berbeda.
5.
R136a1
R136a1 merupakan
bintanya besar di Tarantula Nebula yang diberhasil ditemukan oleh sekelompok
ahli astronomi asal Inggris pada tahun 2010 lalu. Walaupun termasuk bintang
besar, namun ukuran pastinya masih cukup susah dikalkulasikan. Jika
dibandingkan dengan matahari, maka bintang ini akan nampak seperti piring
berbanding bulir nasi.
Energi yang dipancarkan
dari bintang ini sangat ekstrem, karena cahaya yang dipancarkannya lebih terang
sekitar 10 juta kali dari Matahari dan menjadikannya sebagai bintang paling
terang di Tarantula Nebula. Suhu bintang ini sangatlah panas, di permukaannya
saja suhunya dapat mencapai 40 ribuo C.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar