Sabtu, 21 Desember 2019

MENGENAL BINTANG, RASI BINTANG, DAN RAMALAN BINTANG part 1




A.    Bintang


Ø  Pengertian Bintang
Bintang merupakan benda angkasa yang dapat memancarkan cahaya. Bentuk bintang adalah bola gas besar yang terdiri atas beberapa unsur gas, diantaranya ada gas hydrogen dan helium yang merupakan komponen utama.

Bintang yang dapat memancarkan cahayanya sendiri disebut bintang nyata, dan bintang yang tidak dapat memancarkan cahayanya sendiri tetapi dapat memantulkan cahaya dari bintang lain disebut bintang semu.

Contoh bintang nyata adalah Matahari yang merupakan bintang terbesar di dalam Sistem Tata Surya dan merupakan inti pusat dari Tata Surya yang dapat menghasilkan energy cahaya dan panas yang sangat berguna bagi kehidupan di bumi.

Contoh  bintang semu adalah planet Venus yang tidak dapat menghasilkan cahayanya sendiri, akan tetapi dapat memantulkan cahaya dari matahari, sehingga planet Venus terlihat sangat terlihat terang dan dijuluki sebagai bintang fajar dan bintang senja, karena dapat dilihat kira-kira selama 4 jam sebelum matahari terbit dan dapat dilihat lagi di Barat saat matahari akan terbenam.

Ø  Ciri-ciri Bintang
1)      Komposisi Bintang
Bintang – bintang di galaksi Bima Sakti, komposisi massanya terdiri dari sekirar 71% hydrogen, 27% helium, dan sisanya adalah unsur-unsur yang lebih berat. Untuk mencari mengetahui porsi unsur-unsur berat, biasanya dilakukan dengan cara mengukur jumlah muatan besi yang terkandung dalam atmosfer bintang.
Alasannya adalah karena besi merupakan unsur yang umum dan garis spectrum serapannya relatif mudah untuk dihitung. Dengan melakukan pengukuran terhadap komposisi bintang, kita akan dapat menentukan berapa usia bintang dan juga kita akan dapat menjadikannya sebagai pentujuk apakah sebuah bintang memiliki sistem planet atau tidak.

2)      Massa Bintang
Menurut Ask an Astronomers dari Universitas Cornell, untuk mengukur massa suatu bintang, biasanya para ahli astronomi melakukannya dengan cara sistem bintang biner. Sistem bintang biner adalah kumpulan dua atau lebih bintang yang saling mengorbit pusat massanya satu sama lain.

Dengan mengukur seberapa jauh jarak antara dua bintang dalam sistem biner, kecepatan mengorbit masing-masing bintang, dan periode mengorbit keduanya, para ahli astronomi dapat menentukan dengan presisi seberapa berat massa bintang-bintang tersebut.

Setiap bintang di angkasa memiliki massa yang berbeda-beda, misalnya saja Bintang Eta Carinae yang merupakan salah satu bintang paling masif yang  memiliki massa hingga 100-150 kali massa matahari, sehingga jangka hidup yang dimiliki bintang ini hanya beberapa tahun saja. Kemudian ada juga bintang bernama R136 dalam gugus bintang  RMC136, yang  memiliki massa 265 kali massa matahari.

3)      Ukuran Bintang
Karena jaraknya yang sangat jauh dari tata surya, semua bintang selain matahari, jika dilihat dari bumi dengan mata telanjang maka akan tampak seperti titik titik kecil yang bersinar di angkasa.

Tapi ukuran sebenaranya dari bintang sangatlah beragam, mulai dari bintang Neutron yang hanya berdiameter 20 sampai 40 km, hingga bintang maharaksasa seperti Betelgeuse di rasi bintang Orion, yang berdiameter sekitar 650 kali diameter matahari atau sekitar 900 juta km. Namun kepadatan yang dimiliki Betelgeuse jauh lebih rendah daripada kepadatan yang dimiliki matahari.



4)      Suhu Bintang
Suhu permukaan suatu bintang ditentukan dari energi di intinya, dan biasanya tinggi-rendahnya suhu suatu bintang diperkirakan berdasarkan indeks warna bintangnya. Bintang masif biasanya memiliki suhu hingga 50.000o C.

5)      Struktur Inti Bintang
Suatu Bintang terbentuk apabila memiliki bagian inti yang setimbang secara hidrostatis. Kesetimbangan hidrostatis ini terjadi ketika tekanan dari dalam ke luar bintang mengimbangi gaya gravitasi yang menarik bintang dari luar ke dalam. Selain berada dalam kesetimbangan hidrostatis, inti bintang juga mempertahankan kesetimbangan termal (suhu).

6)      Medan Magnet Bintang
Medan magnet suatu bintang dihasilkan dari bagian inti bintang, dimana terjadinya gerakan plasma yang berfungsi seperti sebuah dinamo. Medan Magenet yang dihasilkan tersebut meliputi seluruh bintang.

Massa kandungan bintang dan aktivitas pada permukaan suatu bintang adalah faktor yang menentukan kekuatan dari medan magent yang dimilki bintang tersebut.

7)      Rotasi Bintang
Laju rotasi suatu bintang dipengaruhi oleh Medan mangnet dan angin suatu bintang. Bintang yang lebih mudah biasanya memiliki laju rotasi yang lebih cepat dibandingkan bintang yang lebih tua.

8)      Usia Bintang
Pada umumnya, sebagian besar bintang berusia 1 hingga 10 miliar tahun, tapi ada juga beberapa bintang yang berusia mendekati 13,8 miliar tahun (umur alam semesta, yang dihitung mulai dari terjadinya ledakan besar). HE 1523-0901 yang merupakan bintang tertua yang ditemukan hingga saat ini, diperkirakan telah berusia 13,2 miliar tahun.

Semakin besar massa sebuah bintang, maka semakin pendek pula usianya. Alasannya adalah karena bintang dengan massa yang besar akan memiliki tekanan yang besar pula pada intinya, sehingga menyebabkan hydrogen terbakar dengan lebih cepat. Sementara bintang dengan massa minimum membakar bahan bakarnya dengan perlahan, sehingga dapat bertahan sampai puluhan bahkan ratusan miliar tahun.  

Ø  Proses Terbentuknya Bintang
Bintang pada dasarnya adalah bola gas besar yang terbentuk dari gas dan debu. Bintang terbentuk di dalam awan molekul, sebuah area yang luas dengan kerapatan yang tinggi. Sebagian besar komponen yang terdapat pada awan ini adalah hydrogen, helium, dan beberapa unsur berat lainnya.

Proses terbentuknya bintang dimulai dengan ketidakstabilan gravitasi di dalam awan molekul. Gangguan ini dipicu oleh gelombang dari supernova akibat benturan dua galaksi.

Ketidakstabilan gravitasi ini akan membuat awan yang massanya dapat mencapai ribuan kali massa matahari ini runtuh dengan gaya gravitasinya sendiri. Bintang-bintang ini terbentuk secara berkelompok karena awan molekul yang runtuh sangatlah besar, kemudian barulah mereka terpecah menjadi konglomerasi individual.
Bintang tersebut lama kelamaan akan semakin bertambah kerapatannya. Pada proses ini energy gravitasi akan diubah menjadi energy panas sehingga suhu/tempaturnya sebuah bintang akan meningkat.

Ketika tercapainya kesetimbangan hidrostatik, maka sebuah proto-bintang akan terbentuk di intinya. Ketika temperatur di inti proto-bintang meningkat mencapai angka 10 jutao K, maka hydrogen di inti akan menjadi helium dalam suatu reaksi termonuklir. Proses ini akan terus berlangsung selama puluhan juta tahun.

Apabila kandungan hydrogen di inti bintang habis, maka inti tersebut akan mengecil dan membebaskan energy panas dan memanaskan lapisan luar bintang. Lapisan luar yang mesih mengandung banyak hydrogen ini akan mengembang dan warnanya menjadi merah.
Seiring berjalannya waktu bintang tersebut akan menjadi bintang super raksasa merah, kemudian membentuk nova hingga akhirnya hancur. Bintang yang telah hancur akan bisa berubah menjadi bintang neutron atau lubang hitam, tergantung dengan kondisinya.


Ø  Jenis-jenis Bintang
Jenis bintang dibagi menjadi 2, yaitu jenis bintang berdasarkan efek Luminosistas dan jenis bintang berdasarkan suhunya.

1.      Jenis Bintang berdasarkan Efek Luminosistas :
·         0 (Maha-maha Raksasa)
·         I (Maharaksasa)
·         II (Raksasa Terang)
·         III (Raksasa)
·         IV (Sub-Raksasa)
·         V (Deret Utama)
·         VI (Sub-Katai)
·         VII (Katai Putih)

2.      Jenis Bintang berdasarkan Suhunya :
·         O (lebih dari 33.000o K)
·         B (10.500-30.000o K)
·         A (7.500-10.000o K)
·         F (6.000-7.200o K)
·         G (5.500-6.000o K)
·         K (4.000-5.200o K)
·         M (2.600-3.850o K)
Ø  Contoh Bintang
1.      Pistol Star


Pistol Star pertama kali ditemukan tahun 1991 dengan memakai teleskop Hubble. Jarak antara bumi dengan bintang ini adalah 25 ribu tahun cahaya. Menurut perhitungan para peneliti, ukuran bintang ini 80 sampai 150 kali lebih besar dari pada matahari.

2.      Mu Cephei
Related image

Mu Cephei adalah bintang berwarna merah darah yang berukuran sangat besar yang terletak di konstelasi Cepheus. Berdasarkan perhitungan matematis, ukuran bintang ini sedikit lebih besar dari diameter orbit Jupiter ke Matahari.

Penemu dari bintang ini yaitu William Herschel yang merupakan seorang peneliti asal Jerman, terus memantau bintang ini sampai saat ini. Karena terlihat bahwa cahaya Mu Cephei makin terlihat redup, para peneliti pun menyimpulkan bahwa bintang satu ini sebentar lagi akan segera mati.

3.      VV Cephei
Image result for vv cephei

VV Cephei juga merupakan salah satu bintang yang terletak di konstelasi Cepheus. Jarak antara bintang ini dengan bumi adalah sekitar 5 ribu tahun cahaya. VV VV Cephei warna cahayanya hampir sama seperti Mu Cephei yaitu berwarna kemerahan.

Bintang ini pernah jadi bintang paling besar di alam semesta yang pernah ditemukan manusia. Namun ukuran sebenarnya dari bintang ini masih tidak bisa ditentukan secara pasti.

Ada beberap faktor yang menyebabkan hal tersebut, misalnya bentuknya yang tidak bulat sempurna, cahaya yang tidak stabil, parameter orbital, dan masih banyak yang lain.

4.      VY Canis Majoris
Image result for vy canis majoris

VY Canis Majoris yang memiliki ukuran 2 ribu kali lipat dari ukuran matahari, membuat peneliti terkagum-kagum dan mulai menanyakan akan batasan dari ukuran yang bisa dihitung oleh manusia. Menurut kesimpulan para peneliti, ukuran bintang yang besar ini dapat dibayangkan sama seperti jarat orbit Saturnus ke Matahari.

Dengan ukurannya itu, bintang ini pun mendapatkan gelar sebagai salah satu bintang terbesar di alam semesta yang diketahui oleh umat manusia. Jika dihitung dari Bumi, jarak bintang ini hanya sekitar 5 ribu tahun cahaya. Bintang ini termasuk tetangga dekat, walaupun ukuran dekatnya berada di dimensi luar angkasa yang sangat Berbeda.

5.      R136a1
Related image

R136a1 merupakan bintanya besar di Tarantula Nebula yang diberhasil ditemukan oleh sekelompok ahli astronomi asal Inggris pada tahun 2010 lalu. Walaupun termasuk bintang besar, namun ukuran pastinya masih cukup susah dikalkulasikan. Jika dibandingkan dengan matahari, maka bintang ini akan nampak seperti piring berbanding bulir nasi.

Energi yang dipancarkan dari bintang ini sangat ekstrem, karena cahaya yang dipancarkannya lebih terang sekitar 10 juta kali dari Matahari dan menjadikannya sebagai bintang paling terang di Tarantula Nebula. Suhu bintang ini sangatlah panas, di permukaannya saja suhunya dapat mencapai 40 ribuo C.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar