Sabtu, 21 Desember 2019

MENGENAL BINTANG, RASI BINTANG, DAN RAMALAN BINTANG part 1




A.    Bintang


Ø  Pengertian Bintang
Bintang merupakan benda angkasa yang dapat memancarkan cahaya. Bentuk bintang adalah bola gas besar yang terdiri atas beberapa unsur gas, diantaranya ada gas hydrogen dan helium yang merupakan komponen utama.

Bintang yang dapat memancarkan cahayanya sendiri disebut bintang nyata, dan bintang yang tidak dapat memancarkan cahayanya sendiri tetapi dapat memantulkan cahaya dari bintang lain disebut bintang semu.

Contoh bintang nyata adalah Matahari yang merupakan bintang terbesar di dalam Sistem Tata Surya dan merupakan inti pusat dari Tata Surya yang dapat menghasilkan energy cahaya dan panas yang sangat berguna bagi kehidupan di bumi.

Contoh  bintang semu adalah planet Venus yang tidak dapat menghasilkan cahayanya sendiri, akan tetapi dapat memantulkan cahaya dari matahari, sehingga planet Venus terlihat sangat terlihat terang dan dijuluki sebagai bintang fajar dan bintang senja, karena dapat dilihat kira-kira selama 4 jam sebelum matahari terbit dan dapat dilihat lagi di Barat saat matahari akan terbenam.

Ø  Ciri-ciri Bintang
1)      Komposisi Bintang
Bintang – bintang di galaksi Bima Sakti, komposisi massanya terdiri dari sekirar 71% hydrogen, 27% helium, dan sisanya adalah unsur-unsur yang lebih berat. Untuk mencari mengetahui porsi unsur-unsur berat, biasanya dilakukan dengan cara mengukur jumlah muatan besi yang terkandung dalam atmosfer bintang.
Alasannya adalah karena besi merupakan unsur yang umum dan garis spectrum serapannya relatif mudah untuk dihitung. Dengan melakukan pengukuran terhadap komposisi bintang, kita akan dapat menentukan berapa usia bintang dan juga kita akan dapat menjadikannya sebagai pentujuk apakah sebuah bintang memiliki sistem planet atau tidak.

2)      Massa Bintang
Menurut Ask an Astronomers dari Universitas Cornell, untuk mengukur massa suatu bintang, biasanya para ahli astronomi melakukannya dengan cara sistem bintang biner. Sistem bintang biner adalah kumpulan dua atau lebih bintang yang saling mengorbit pusat massanya satu sama lain.

Dengan mengukur seberapa jauh jarak antara dua bintang dalam sistem biner, kecepatan mengorbit masing-masing bintang, dan periode mengorbit keduanya, para ahli astronomi dapat menentukan dengan presisi seberapa berat massa bintang-bintang tersebut.

Setiap bintang di angkasa memiliki massa yang berbeda-beda, misalnya saja Bintang Eta Carinae yang merupakan salah satu bintang paling masif yang  memiliki massa hingga 100-150 kali massa matahari, sehingga jangka hidup yang dimiliki bintang ini hanya beberapa tahun saja. Kemudian ada juga bintang bernama R136 dalam gugus bintang  RMC136, yang  memiliki massa 265 kali massa matahari.

3)      Ukuran Bintang
Karena jaraknya yang sangat jauh dari tata surya, semua bintang selain matahari, jika dilihat dari bumi dengan mata telanjang maka akan tampak seperti titik titik kecil yang bersinar di angkasa.

Tapi ukuran sebenaranya dari bintang sangatlah beragam, mulai dari bintang Neutron yang hanya berdiameter 20 sampai 40 km, hingga bintang maharaksasa seperti Betelgeuse di rasi bintang Orion, yang berdiameter sekitar 650 kali diameter matahari atau sekitar 900 juta km. Namun kepadatan yang dimiliki Betelgeuse jauh lebih rendah daripada kepadatan yang dimiliki matahari.



4)      Suhu Bintang
Suhu permukaan suatu bintang ditentukan dari energi di intinya, dan biasanya tinggi-rendahnya suhu suatu bintang diperkirakan berdasarkan indeks warna bintangnya. Bintang masif biasanya memiliki suhu hingga 50.000o C.

5)      Struktur Inti Bintang
Suatu Bintang terbentuk apabila memiliki bagian inti yang setimbang secara hidrostatis. Kesetimbangan hidrostatis ini terjadi ketika tekanan dari dalam ke luar bintang mengimbangi gaya gravitasi yang menarik bintang dari luar ke dalam. Selain berada dalam kesetimbangan hidrostatis, inti bintang juga mempertahankan kesetimbangan termal (suhu).

6)      Medan Magnet Bintang
Medan magnet suatu bintang dihasilkan dari bagian inti bintang, dimana terjadinya gerakan plasma yang berfungsi seperti sebuah dinamo. Medan Magenet yang dihasilkan tersebut meliputi seluruh bintang.

Massa kandungan bintang dan aktivitas pada permukaan suatu bintang adalah faktor yang menentukan kekuatan dari medan magent yang dimilki bintang tersebut.

7)      Rotasi Bintang
Laju rotasi suatu bintang dipengaruhi oleh Medan mangnet dan angin suatu bintang. Bintang yang lebih mudah biasanya memiliki laju rotasi yang lebih cepat dibandingkan bintang yang lebih tua.

8)      Usia Bintang
Pada umumnya, sebagian besar bintang berusia 1 hingga 10 miliar tahun, tapi ada juga beberapa bintang yang berusia mendekati 13,8 miliar tahun (umur alam semesta, yang dihitung mulai dari terjadinya ledakan besar). HE 1523-0901 yang merupakan bintang tertua yang ditemukan hingga saat ini, diperkirakan telah berusia 13,2 miliar tahun.

Semakin besar massa sebuah bintang, maka semakin pendek pula usianya. Alasannya adalah karena bintang dengan massa yang besar akan memiliki tekanan yang besar pula pada intinya, sehingga menyebabkan hydrogen terbakar dengan lebih cepat. Sementara bintang dengan massa minimum membakar bahan bakarnya dengan perlahan, sehingga dapat bertahan sampai puluhan bahkan ratusan miliar tahun.  

Ø  Proses Terbentuknya Bintang
Bintang pada dasarnya adalah bola gas besar yang terbentuk dari gas dan debu. Bintang terbentuk di dalam awan molekul, sebuah area yang luas dengan kerapatan yang tinggi. Sebagian besar komponen yang terdapat pada awan ini adalah hydrogen, helium, dan beberapa unsur berat lainnya.

Proses terbentuknya bintang dimulai dengan ketidakstabilan gravitasi di dalam awan molekul. Gangguan ini dipicu oleh gelombang dari supernova akibat benturan dua galaksi.

Ketidakstabilan gravitasi ini akan membuat awan yang massanya dapat mencapai ribuan kali massa matahari ini runtuh dengan gaya gravitasinya sendiri. Bintang-bintang ini terbentuk secara berkelompok karena awan molekul yang runtuh sangatlah besar, kemudian barulah mereka terpecah menjadi konglomerasi individual.
Bintang tersebut lama kelamaan akan semakin bertambah kerapatannya. Pada proses ini energy gravitasi akan diubah menjadi energy panas sehingga suhu/tempaturnya sebuah bintang akan meningkat.

Ketika tercapainya kesetimbangan hidrostatik, maka sebuah proto-bintang akan terbentuk di intinya. Ketika temperatur di inti proto-bintang meningkat mencapai angka 10 jutao K, maka hydrogen di inti akan menjadi helium dalam suatu reaksi termonuklir. Proses ini akan terus berlangsung selama puluhan juta tahun.

Apabila kandungan hydrogen di inti bintang habis, maka inti tersebut akan mengecil dan membebaskan energy panas dan memanaskan lapisan luar bintang. Lapisan luar yang mesih mengandung banyak hydrogen ini akan mengembang dan warnanya menjadi merah.
Seiring berjalannya waktu bintang tersebut akan menjadi bintang super raksasa merah, kemudian membentuk nova hingga akhirnya hancur. Bintang yang telah hancur akan bisa berubah menjadi bintang neutron atau lubang hitam, tergantung dengan kondisinya.


Ø  Jenis-jenis Bintang
Jenis bintang dibagi menjadi 2, yaitu jenis bintang berdasarkan efek Luminosistas dan jenis bintang berdasarkan suhunya.

1.      Jenis Bintang berdasarkan Efek Luminosistas :
·         0 (Maha-maha Raksasa)
·         I (Maharaksasa)
·         II (Raksasa Terang)
·         III (Raksasa)
·         IV (Sub-Raksasa)
·         V (Deret Utama)
·         VI (Sub-Katai)
·         VII (Katai Putih)

2.      Jenis Bintang berdasarkan Suhunya :
·         O (lebih dari 33.000o K)
·         B (10.500-30.000o K)
·         A (7.500-10.000o K)
·         F (6.000-7.200o K)
·         G (5.500-6.000o K)
·         K (4.000-5.200o K)
·         M (2.600-3.850o K)
Ø  Contoh Bintang
1.      Pistol Star


Pistol Star pertama kali ditemukan tahun 1991 dengan memakai teleskop Hubble. Jarak antara bumi dengan bintang ini adalah 25 ribu tahun cahaya. Menurut perhitungan para peneliti, ukuran bintang ini 80 sampai 150 kali lebih besar dari pada matahari.

2.      Mu Cephei
Related image

Mu Cephei adalah bintang berwarna merah darah yang berukuran sangat besar yang terletak di konstelasi Cepheus. Berdasarkan perhitungan matematis, ukuran bintang ini sedikit lebih besar dari diameter orbit Jupiter ke Matahari.

Penemu dari bintang ini yaitu William Herschel yang merupakan seorang peneliti asal Jerman, terus memantau bintang ini sampai saat ini. Karena terlihat bahwa cahaya Mu Cephei makin terlihat redup, para peneliti pun menyimpulkan bahwa bintang satu ini sebentar lagi akan segera mati.

3.      VV Cephei
Image result for vv cephei

VV Cephei juga merupakan salah satu bintang yang terletak di konstelasi Cepheus. Jarak antara bintang ini dengan bumi adalah sekitar 5 ribu tahun cahaya. VV VV Cephei warna cahayanya hampir sama seperti Mu Cephei yaitu berwarna kemerahan.

Bintang ini pernah jadi bintang paling besar di alam semesta yang pernah ditemukan manusia. Namun ukuran sebenarnya dari bintang ini masih tidak bisa ditentukan secara pasti.

Ada beberap faktor yang menyebabkan hal tersebut, misalnya bentuknya yang tidak bulat sempurna, cahaya yang tidak stabil, parameter orbital, dan masih banyak yang lain.

4.      VY Canis Majoris
Image result for vy canis majoris

VY Canis Majoris yang memiliki ukuran 2 ribu kali lipat dari ukuran matahari, membuat peneliti terkagum-kagum dan mulai menanyakan akan batasan dari ukuran yang bisa dihitung oleh manusia. Menurut kesimpulan para peneliti, ukuran bintang yang besar ini dapat dibayangkan sama seperti jarat orbit Saturnus ke Matahari.

Dengan ukurannya itu, bintang ini pun mendapatkan gelar sebagai salah satu bintang terbesar di alam semesta yang diketahui oleh umat manusia. Jika dihitung dari Bumi, jarak bintang ini hanya sekitar 5 ribu tahun cahaya. Bintang ini termasuk tetangga dekat, walaupun ukuran dekatnya berada di dimensi luar angkasa yang sangat Berbeda.

5.      R136a1
Related image

R136a1 merupakan bintanya besar di Tarantula Nebula yang diberhasil ditemukan oleh sekelompok ahli astronomi asal Inggris pada tahun 2010 lalu. Walaupun termasuk bintang besar, namun ukuran pastinya masih cukup susah dikalkulasikan. Jika dibandingkan dengan matahari, maka bintang ini akan nampak seperti piring berbanding bulir nasi.

Energi yang dipancarkan dari bintang ini sangat ekstrem, karena cahaya yang dipancarkannya lebih terang sekitar 10 juta kali dari Matahari dan menjadikannya sebagai bintang paling terang di Tarantula Nebula. Suhu bintang ini sangatlah panas, di permukaannya saja suhunya dapat mencapai 40 ribuo C.

Minggu, 08 Desember 2019

MENGENAL SISTEM TATA SURYA




A.    Pengertian Tata Surya

Tata Surya atau Sistem Tata Surya (Solar System) adalah salah satu bagian dari alam semesta yang sangat luas, yang letaknya berada di salah satu galaksi di ruang angkasa yaitu galaksi bima sakti (Milky Way). Kata Bimasakti sendiri berasal dari salah satu tokoh pewayangan yang memiliki kulit berwarna hitam. Hal itu dikarenakan orang jawa zaman dulu menganggap bintang-bintang di langit membentuk gambar Bima yang dililit ular naga..

Tata Surya terdiri dari sususan benda-benda angkasa yang berputar  mengelilingi matahari sebagai pusatnya. Benda-benda angkasa tersebut terdiri dari planet-planet dengan orbit berbentuk elips (lonjong), satelit alami, asteroid, komet, dan meteoroid. Penyebab utama benda-benda angkasa itu dapat berputar mengelilingi matahari adalah karena adanya pengaruh dari gaya gravitasi matahari.

Urutan susunan benda-benda angkasa di dalam sistem tata surya dimulai dari matahari, planet dalam, sabuk asteroid, planet luar, dan sabuk kuiper. Semua benda-benda angkasa tersebut tersusun menjadi satu kesatuan dan membuat sebuah sistem yang sangat teratur. Sehingga antara planet satu dengan planet yang lainnya tidak mengalami tabrakan.

B.     Matahari


Matahari adalah inti atau pusat dari tata surya dan merupakan salah satu bintang dari 100 miliar bintang yang ada di galaksi bimasakti. Matahari memiliki massa yang sangat berat (300.000 kali lebih berat daru massa bumi) dan jaraknya paling dekat dengan bumi. Matahari bukanlah bintang yang paling besar di galaksi bimasakti.

Namun matahari adalah bintang terbesar yang ada di dalam sistem tata surya. Diameter matahari besarnya adalah 1.400.000 km (110 kali ukuran bumi). Sedangkan jarak antara matahari dengan bumi adalah 149.000.000 km atau sering dibulatkan menjadi 150 juta km.
Gaya gravitasi matahari beratnya 28 kali lebih kuat dibanding gaya gravitasi bumi, karena massa matahari jauh lebih besar dibanding massa bumi.

Matahari berbentuk seperti bola api raksasa, yang mana suhunya sangatlah panas sekali. Jika dilihat dari bumi, permukaan matahari sekilas terlihat halus dan rata. Namun bila dilihat dari dekat, maka akan terlihat pada permukaannya terjadi lompatan-lompatan lidah api yang terjadi setiap waktu.
Sama seperti bintang lainnya, Matahari juga tersusun dari berbagai jenis gas dengan suhu yang sangat panas. Suhu permukaan matahari berkisar antara 5000 oC-6000 oC, sedangkan suhu intinya dapat mencapai 15.000.000 oC.

Unsur gas yang membentuk matahari antara lain :

1.       Hidrogen (H), massa dalam matahari = 76,94
2.       Helium (He), masa dalam matahari = 21,80
3.       Oksigen (O2), masa dalam matahari = 0,80
4.       Karbon (C), masa dalam matahari = 0,40
5.       Neon (Ne), masa dalam matahari = 2,00
6.       Besi (Fe), masa dalam matahari = 0,10
7.       Nitrogen (N), masa dalam matahari = 0,10
8.       Silikon (Si), masa dalam matahari = 0,10
9.       Magnesium (Mg), masa dalam matahari = 0,08
10.    Sulfur (S), masa dalam matahari = 0,05
11.    Nikel (Ni), masa dalam matahari = 0,01

Matahari terdiri dari beberapa bagian lapisan yang memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda, diantaranya adalah sebagai berikut :

1.      Atmosfer Matahari

Atmosfer Matahari merupakan lapisan terluar yang memiliki kerapatan gas paling kecil. Di daerah yang dekat dengan permukaan matahari ini, temperaturnya lebih kecil daripada lapisan terluar yang bisa mencapai suhu hingga jutaan derajat celcius. Kondisi masih menjadi misteri dan sampai sekarang belum ada yang mengetahui apa penyebabnya.

Atmosfer Matahari terdiri atas dua bagian, yaitu Kromosfer dan Korona :

a)      Kromosfer merupakan lapisan yang dekat dengan permukaan matahari dan mempunyai kerapatan yang rendah. Kromosfer bisa dilihat saat terjadi gerhana matahari, yang mana ketika dilihat tampak seperti cincin atau mantel merah yang menutupi bola matahari. Berdasarkan warnanya, para ahli astronomi dan ilmuwan memperkirakan suhunya dapat mencapai 4.500 oC.

b)      Korona (artinya adalah mahkota) merupakan lapisan terluar dari matahari, yang suhunya diperkirakan mencapai 1.000.000 oC. Ketebalan Korona adalah 2.000 km. Bagian ini bisa dilihat sebagai lapisan berbentuk seperti mahkota, yang mengelilingi matahari. Lapian akan lebih jelas terlihat saat terjadi gerhana matahari.

2.      Fotosfer Matahari

Fotosfer Matahari merupakan permukaan matahari yang tersusun atas gas dengan suhu dan kerapatan yang sangat tinggi. Lapisan ini tidak tembus pandang karena terdapat partikel-partikel gas penyusun yang sangat tebal dan padat. Fotosfer berfungsi sebagai selimut matahari, agar matahari tidak terlalu banyak mengeluarkan energy. Suhu di Fotosfer berkisar antara 5.000-6.000 oC.

3.      Inti Matahari

Ukuran inti matahari adalah 1/64 kali dari volume total matahari. Inti matahari terdiri atas partikel-partikel gas yang sangat padat dengan densitas sekitar 150 kali lebih padat daripada densitas air. Akibatnya, suhu dan tekanannya menjadi sangat tinggi sehingga memungkinkan terjadinya  reaksi fusi hydrogen. Reaksi fusi adalah reaksi penggabungan dua inti atom yang bergabung menjadi inti atom yang lain, dan reaksi fusi hydrogen adalah reaksi penggabungan dua inti atom hydrogen yang bergabung dan berubah menjadi inti atom helium.

Suhu di inti matahari dapat mencapai 15.000.000 oC, sehingga memungkingkan terjadinya reaksi fusi termonuklir. Reaksi fusi termonuklir adalah reaksi penggabungan dua inti atom yang bergabung membentuk satu atau lebih inti atom yang lebih besar dan partikel sub-atom (neutron atau proton).
Matahari mengalirkan energinya dalam bentuk cahaya, yang mana cahaya tersebut merupakan sebuah gelombang elektromagnetik yang diradiasikan oleh matahari. Matahari memancarkan berbagai macam spectrum cahaya atau panjang gelombang cahaya, diantaranya ada spectrum sinar gamma, sinar-x, ultraviolet, sinar tampak, sinar infrared, gelombang TV, dan gelombang radio.
Energi matahari yang sampai ke permukaan bumi hanya sebagai saja, karena cahaya matahari yang masuk ke dalam atmosfer bumi, sebagian dipantulkan kembali ke luar angkasa dan sebagian lagi ditransmisikan.

Energi panas matahari yang dipancarkan ke bumi, besarnya selalu sama dan tidak berubah-ubah. Semisal jika saja panasnya berkurang sedikit saja, maka bumi akan membeku, dan jika panasnya bertambah sedikit, maka bumi akan memanas bagaikan oven.

Cahaya dan energy panas yang dihasilkan oleh Matahari, sangatlah penting dan berguna bagi kehidupan di bumi. Berikut beberapa manfaat matahari bagi kehidupan di bumi :

1.      Panas matahari berguna untuk menjaga suhu di permukaan bumi agar tetap hangat, dan  membantu proses sirkulasi air dan udara di bumi.

2.     Dengan adanya cahaya matahari kita dapat mengetahui waktu-waktu seperti pagi, siang, sore, dan malam. Caranya adalah dengan memperhatikan bayangan tongkat yang terkena sinar matahari. Selain dapat mengetahui waktu, dengan adanya cahaya matahari, tumbuhan dapat melakukan proses fotosintesis dan menghasilkan makanan bagi dirinya sendiri.

3.      Sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari berguna untuk membunuh kuman, terutama kumam penyebab penyakit kulit. Sehingga membuat kulit manusia dan hewan selalu sehat. Selain dapat membunuh kuman, sinar ultraviolet juga berfungsi sebagai provitamin D yang berguna untuk membantu proses pertumbuhan tulang pada manusia dan hewan.

C.     Planet

Planet adalah benda angkasa yang mempunyai orbit dan berputar mengelilingi matahari. Planet memiliki sifat yang berbeda dengan bintang. Bintang dapat memancarkan cahayanya sendiri, sedangkan planet tidak dapat memancarkan cahayanya sendiri dan hanya dapat   mereflesikan cahaya matahari.

Karena memiliki massa dan gaya gravitasi yang cukup, planet di tata surya pun dapat memiliki struktur berbentuk bulat atau bola, dan memiliki lintasan orbitnya yang bersih (tidak memiliki benda angkasa lainnya di dalam orbitnya). Orbit itu sendiri adalah lintasan planet yang berputar mengelilingi matahari.

Dikarenakan lintasan orbit atau garis edar milik planet di tata surya berbentuk elips (lonjong), jarak antara matahari dengan planet menjadi berubah-ubah. Posisi planet pada saat tertentu berada pada jarak terdekat (perihelium) dan pada saat yang lain berada pada jarak terjauh (aphelium).
Pergerakan planet-planet mengelilingi matahari disebut revolusi planet, dan waktu yang dibutuhkan sebuah planet untuk melakukan satu kali  revolusi disebut periode revolusi. Selain revolusi, planet juga melakukan gerak rotasi. Gerak rotasi adalah gerak planet yang berputar pada sumbu porosnya sendiri, dan waktu yang dibutuhkan planet untuk melakukan satu kali revolusi disebut periode revolusi

Planet di tata surya ada 8, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Dulu sebelum tahun 2006, Pluto pernah dimasukkan sebagai salah satu anggota planet dalam sistem tata surya. Namun setelah tahun 2006, Pluto tidak dianggap lagi sebagai anggota planet di tata surya, karena  lintasan orbitnya yang tidak bersih dari benda angkasa lainnya. Menurut IAU, hal tersebut sangat bertentangan dengan definisi sebuah planet, sehingga disepakati bahwa Pluto bukanlah sebuah planet lagi.

Planet di tata surya dikelompokan oleh para ahli astronomi menjadi beberapa susunan atau urutan yang berbeda-beda, berdasarkan faktor-faktor yang dimiliki oleh setiap planet. Susunan pengelempokkan planet di tata surya adalah sebagai berikut :

1.     Pengelompokan berdasarkan posisi planet yang dilihat dari orbit bumi, dapat dibagi menjadi planet inferior dan planet superior. Planet inferior adalah planet yang terletak di dalam orbit bumi, (Merkuris dan Venus). Sedangkan planet superior adalah planet yang terletak di luar orbit bumi, (Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus).

2.     Pengelompokan berdasarkan posisi planet yang dilihat dari orbit asteroid, dapat dibagi menjadi planet dalam dan planet luar. Planet dalam adalah planet yang berada di dalam orbit asteroid, (Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars). Sedangkan planet luar adalah planet yang berada di luar orbit asteroid, (Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus).

3.     Pengelompokan berdasarkan material penyusunnya, yang dapat dibagi menjadi planet terrestial dan planet jovian. Planet terrestrial adalah planet dengan ukuran yang relative kecil, berbatu, dan memiliki atmosfer yang tipis, (Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars). Sedangkan planet Jovian adalah planet dengan permukaan yang tersusu dari gas, cairan, es tebal, dan ukurannya relative besar, (Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus).

Berikut penjelasan mengenai 8 planet yang ada di Sistem Tata Surya :

1.      Merkurius

Planet Merkurius adalah planet yang posisinya berada paling dekat dengan matahari dan merupakan planet yang tidak memiliki satelit. Planet Merkurius menjadi planet paling terkecil di Tata Surya, karena ukurannya yang jauh lebih kecil daripada ukuran bumi dan planet lainnya.

Nama Merkurius diambil dari nama salah satu dewa romawi dalam mitologi Yunani, yaitu Dewa Mercury atau Hermes yang merupakan dewa yang bertugas sebagai pengantar pesan para dewa.

Struktur dari permukaan Merkurius adalah tidak rata, dan memiliki banyak lubang. Atmosfer Merkurius sangat tipis, sehingga pada siang hari suhu di permukaannya bisa naik hingga 430 oC dan pada malam hari suhu di permukaanya bisa turun hingga -170 oC.

Karena jarak antara matahari dan merkuri adalah 58 juta km, maka Periode Revolusi untuk Merkurius adalah 88 hari, dan karena diameter Merkuri adalah 4.900 km, maka Periode Rotasi untuk Merkurius adalah 59 hari.

2.      Venus

Setelah Merkuri, planet yang berada pada urutan kedua berdasarkan jaraknya dari matahari adalah planet Venus. Sama seperti planet Merkurius, planet Venus juga merupakan planet yang tidak mempunyai satelit.

Nama Venus diambil dari nama dewi cinta dan kecantikan romawi dalam mitologi Yunani, yaitu Dewi Venus atau Aphrodite. Sesuai dengan namanya, Venus terlihat sangat cantik di angkasa, karena merupakan objek yang paling terang setelah matahari dan bulan.

Berdasarkan Informasi yang ada, Venus ditutupi awan tebal, sehingga menurut para ahli astronomoi kuno Venus tampak seperti objek angkasa yang penuh misteri yang sangat menggambarkan sosok seorang perempuan.

Planet Venus sering kali disebut sebagai kembaran dari planet bumi, karena ukurannya yang hampir sama dengan ukuran planet bumi.

Selain ukurannya, planet Venus juga mempunyai gaya gravitasi yang hampir sama dengan gaya gravitasi bumi.

Atmosfer Venus sangat tebal dan tekanannya 100 kali lebih kuat daripada atmosfer bumi. Atmosfer Venus terdiri atas gas karbondioksida (96%), gas nitrogen (3,5%), uap air, dan gas-gas lainnya.

Karena atmosfer Venus dapat menahan sinar matahari, planet Venus jadi terlihat sangat terang, sehingga kita dapat melihatnya dari bumi.

Akibat adanya atmosfer Venus yang tebal tersebut, suhu permukaan di Venus yang tertinggi menjadi sangat panas, yaitu 477 oC atau 480 oC, dan untuk suhu permukaan di Venus yang terendah adalah 450 oC.

Venus dijuluki sebagai bintang fajar, karena kita dapat melihatnya kurang lebih selama 4 jam sebelum matahari terbit. Selain dijuluki sebagai bintang fajar.

Venus juga sering kali dijuluki sebagai bintang senja, karena dapat terlihat bersinar terang di Barat, saat Matahari akan terbenam.

Karena jarak antara matahari dan Venus adalah 108 juta km, maka Periode Revolusi untuk Venus adalah 225 hari dan karena diameter Venus adalah 12.100 km, maka Periode Rotasi untuk Venus adalah 243 hari.

Arah Rotasi Venus searah dengan jarum jam, sehingga matahari di Venus akan terbit dari arah barat dan tenggelam di arah timur. Hal ini, berkebalikan dengan arah rotasi planet-planet lainnya yang berputar berlawanan arah dengan jarum jam.

3.      Bumi

Satu-satunya planet di dalam tata surya yang dihuni oleh makhluk hidup adalah planet urutan ketiga dari matahari yang bernama, Planet Bumi. Atmosfer Bumi terdiri dari nitrogen, oksigen, karbon dioksida, uap air, dan unsur-unsur lainnya.

Salah satu unsur dalam atmosfer bumi yang bernama Ozon, memiliki peran penting dalam melindungi makluk hidup yang ada di bumi, dari sinar ultraviolet matahari yang sangatlah berbahaya bagi kehidupan.

Selain melindungi bumi dari ultraviolet, atmosfer bumi juga melindungi bumi dari radiasi yang berasal dari benda-benda angkasa yang berada di dekat dengan bumi.

Berkat adanya atmosfer bumi, suhu Bumi dapat terjaga dengan baik sesuai dengan kebutuhan makhluk hidup. Suhu bumi paling rendah adalah -90o C dan suhu bumi yang paling tinggi adalah 50o C.

Bila dilihat dari luar angkasa, bumi terlihat tampak sangat biru. Karena sebagian besar permukaan bumi 2/3 bagiannya adalah lautan dan bagian sisanya adalah daratan.

Bumi memiliki satu satelit alami, yaitu bulan. Bulan berputar mengelilingi bumi dan bersama dengan bumi, bulan juga memutari matahari. Karena jarak bulan yang sangat dekat dengan bumi, pengaruh gaya gravitasi bulan terhadap bumi lebih besar daripada gravitasi matahari.

Berikut beberapa peristiwa di bumi yang diakibatkan oleh adanya pengaruh gaya gravitasi bulan terhadap bumi :

·         Peristiwa terjadinya pasang surut air laut;

·         Peristiwa terjadinya gerhana bulan;

·         Peristiwa terjadinya gerhana matahari;

·         Peristiwa terjadinya berbagai macam fase bulan dan pergerakannya;

·         Peristiwa terjadinya perubahan jumlah hari pada setiap bulan di kalender hijriah.

Karena diameter Bumi adalah 12.750 km, maka Periode Rotasi untuk Bumi adalah 24 jam dan karena jarak antara bumi dan matahari adalah 150.000.000 km, maka Periode Revolusi untuk Bumi adalah 365 hari.

Di antara planet lain di Tata Surya, hanya planet bumilah yang penamaannya tidak berasal dari nama dewa ataupun dewi dalam mitologi yunani. Penyebutan nama untuk planet di tata surya yang dihuni oleh makhluk hidup ini, berbeda-beda di setiap negara, (seperti misalnya earth untuk bahasa Inggris, aarde untuk bahasa Belanda, dan bumi untuk bahasa Indonesia). Namun arti atau maknanya tetaplah sama, yaitu tanah.

4.      Mars

Mars adalah planet keempat dari matahari Nama planet Mars diambil dari nama dewa perang romawi, yaitu dewa Mars atau Ares dalam mitologi Yunani.

Alasan kenapa planet Mars diberi nama tersebut, adalah karena permukaan planet Mars yang berwarna merah akibat adanya debu angin yang banyak berterbangan di permukaannya.

Seluruh permukaan Mars adalah padang pasir yang ditutupi oleh debu dan batuan yang padat berwarna orange kemerahan. Sehingga planet Mars akan tampak terlihat berwarna merah dan itulah mengapa planet Mars juga sering dijuluki sebagai planet merah.

Di permukaan planet Mars, terdapat sebuah gunung bernama Olympus Mons yang merupakan gunung tertinggi, bukan hanya menjadi yang tertinggi di planet Mars, tetapi juga menjadi gunung yang tertinggi di tata surya. Ukurannya 3 kali lebih tinggi daripada gunung everest di Bumi.

Atmosfer Mars terdiri dari karbon dioksida (95%), gas nitrogen (3%), argon (1,6%), serta mengandung jejak oksigen dan air yang tidak banyak.

Atmosfer Mars relatif berdebu dan mengandung partikulat yang memberikan kenampakan kuning kecokletan di langit Mars saat dilihat dari permukaan.

Suhu permukaan di Mars dimulai dari suhu yang terendah yaitu -120o C sampai suhu yang tertinggi yaitu -130o C.

Planet Mars memliki dua planet alami, yaitu Phobos dan Deimos. Nama kedua satelit alami tersebut berasal dari nama anak dewa Mars atau Ares dalam mitologi yunani, yang selalu menenaminya dalam setiap pertempuran. Phobos berarti panik/ketakutan dan Deimos berarti terror.

Menurut para ilmuwan salah satu satelit alami Mars, yaitu Phobos diperkirakan akan menabrak Mars dan hancur dalam kurung waktu 30-50 juta tahun. Hancurnya Phobos akan membentuk sebuah cincin yang akan mengelilingi Mars yang hanya dapat bertahan selama 100 juta tahun saja.

Karena jarak antara Matahari dan Mars adalah 228.000.000 km, maka Periode Revolusi untuk Mars adalah 687 hari, dan karena diameternya adalah 6.800 km, maka Periode Rotasinya adalah 24,6 jam.

Karena orbit Mars yang lebih lonjong dari orbit Bumi, Mars membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengelilingi matahari, sehingga satu tahun di Mars sama dengan dua tahun di bumi. Karena gaya gravitasi di planet Mars 62% lebih rendah dari Bumi, manusia yang berada di Mars akan bisa melompat tiga kali lebih tinggi dari apa yang bisa dilakukan di Bumi.

5.      Yupiter

Di Tata Surya, planet yang ukuran paling terbesar dibandingkan planet lainnya adalah Planet Yupiter. Planet Yupiter termasuk dalam kelompok planet luar, karena letaknya berada di luar orbit  sabuk asteroid. Ukuran planet Jupiter 11 kali lebih besar daripada ukuran bumi, sehingga sering disebut planet raksasa.

Nama planet Yupiter berasal dari nama raja para dewa romawi, yaitu Dewa Yupiter atau Zeus dalam mitologi yunani. Sesuai dengan ukurannya yang paling besar dibandingkan planet-planet lain di tata surya yang seolah-olah seperti raja.

Atmosfer Yupiter terdiri dari gas hydrogen dan sisanya adalah gas helium. Lapisan atmosfer Yupiter sangat tebal sehingga membuatnya terlihat seperti bola gas raksasa .Yupiter tidak memiliki permukaan yang padat seperti planet lainnya. Karena berada jauh dari matahari, suhu permukaan Yupiter dapat mencapai -150o C.

Diameter Yupiter adalah 142.700 km. Jaraknya dari Matahari adalah 778 km. Periode Revolusi untuk Yupiter adalah 11,86 hari, dan Periode Rotasinya adalah 10 jam.

Satelit alami Yupiter ada 16, yang diantaranya ada Ganymede, Callisto, Europa, dan Io (4 satelit terbesar Yupiter).

6.      Saturnus

Planet terbesar kedua di tata surya setelah Yupiter adalah planet Saturnus, yang mana ukurannya adalah 9 kali lebih besar daripada ukuran bumi. Saturnus merupakan planet yang sebagian besar terdiri atas gas dan cairan, sehingga kerapatan yang dimilikinya sangat rendah.

Nama planet Saturnus diambil dari nama dewa pertanian sekaligus ayahnya Yupiter, yang mana merupakan rajanya para dewa romawi sebelum Yupiter berkuasa, yaitu dewa Saturnus atau Cronos dalam mitologi yunani.

Saturnus memiliki bentuk yang diratakan di kutub dan dibengkakan keluar di sekitar khatulistiwa. Bentuk yang diratakan itu disebabkan oleh adanya pergerakan rotasi Saturnus yang sangat cepat.

Inti planet Saturnus tersusun dari batuan padat, sedangkan atmosfernya tersusun atas gas amonia dan metana. Sehingga tidak mugkin bagi Saturnus memiliki kehidupan di dalamnya.

Saturnus menjadi satu-satunya planet di tata surya yang memiliki massa jenis yang lebih sedikit daripada air. Walaupun inti planet ini adalah batuan padat dan memiliki massa jenis yang lebih besar daripada air.

Planet ini memiliki atmosfer yang mengandung gas, sehingga massa jenis relatif planet ini adalah sebesar 0.69 g/cm3 (lebih sedikit daripada air). Akibatnya bila Saturnus diletakkan di atas kolam yang penuh air, maka planet Saturnus akan mengapung.

Planet saturnus disebut planet bercincin, karena memiliki cincin yang sangat unik dan indah di bagian atmosfernya. Cincin Saturnus tersusun dari ribuan cincin yang bersatu menjadi satu buah cincin besar. Cincin Saturnus ini terentang dari 6.630 km – 120.700 km di atas atmosfer Saturnus.

Bahan dalam membentuk cincin ini masih belum diketahui secara pasti. Namun menurut pendapat para ilmuwan, cincin Saturnus diperkirakan tersusun dari partikel-partikel debu halus, kerikil kecil, dan bongkahan-bongkahan es meteoroid yang sangat besar.

Total satelit alami Saturnus adalah 56 buah, yang mana 7  diantaranya ada Mimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Lapetus, dan Titan (Satelit terbesar di tata surya yang ukurannya lebih besar dari planet Merkurius dan merupakan satu-satunya satelit di tata surya yang memiliki lapisan atmosfer).

Karena jarak antara matahari dan Saturnus adalah sekitar 1.425 juta km, maka Periode Revolusi untuk Saturnus adalah 29,5 tahun, dan karena diameternya adalah 120.000 km, maka Periode Rotasi untuk Saturnus adalah 10,7 jam

Karena jarak Saturnus yang sangat jauh dari matahari, Saturnus jadi tampak tidak begitu jelas bila dilihat dari bumi, dan cahaya dari sinar matahari menjadi sulit untuk dapat dijangkau di planet tersebut, akibatnya suhu permukaan Saturnus menjadi sangat dingin dan dapat mencapai -190o C.

7.      Uranus

Planet Uranus yang merupakan planet yang berada pada posisi ketujuh dari matahari ini, berotasi sama seperti planet Venus, yang mana perputarannya searah dengan jarum jam. Planet Uranus juga memiliki cincin seperti Saturnus, namun tidak dapat dilihat dari bumi, meskipun dengan bantuan teleskop.

Planet Uranus menjadi planet terdingin di tata surya, dengan suhu permukaannya yang bisa mencapai -180o C hingga -224o C.

Pada awalnya, planet Uranus dinamakan planet Georgian oleh Herschel untuk menghormati Raja George III. Namun nama tersebut tidak sejutui oleh Astronom Johann Bode, alasannya adalah karena planet-planet lain yang ada di tata surya selalu menggunakan nama dewa dari Mitologi Yunani Kuno. Maka dari itu, Bode pun menyarankan nama Uranus yang diambil dari nama dewa romawi dalam

Karena jarak dari matahari adalah 2.867 juta km, maka Periode Revolusi untuk Uranus adalah 84 hari, dan karena diameternya adalah 50.800 km, maka Periode Rotasi untuk Uranus adalah 17 jam.

Satelit alami yang dimiliki planet ini ada 27 satelit, yang mana diantaranya terdapat 5 satelit besar, yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon.

8.      Neptunus

Planet Neptunus merupakan planet yang berada di posisi paling terakhir atau ke-8 di Tata Surya. Planet Neptunus juga merupakan planet berbentuk bola gas raksasa sama seperti Yupiter, Saturnus dan Uranus.

Nama planet Neptunus berasal dari nama dewa laut dan gempa bumi romawi, yaitu dewa Neptunus atau Poseidon dalam mitologi yunani. Alasan kenapa planet ini diberi nama Neptunus adalah karena warnanya yang biru sama seperti laut. 

Atmosfernya terdiri atas 80% gas hydrogen, 19% gas helium, dan beberapa jejak metana. Metana pada atmosfernya adalah bagian yang memberikan planet Neptunus warna biru.

Satelit alami Neptunus, ada 11 satelit alami dan diantaranya ada Triton yang merupakan satelit alami terbesar yang dimiliki Neptunus.

Karena jaraknya dari Matahari adalah 4.486 juta km, maka  Suhu permukaan pada planet Neptunus adalah -220o C, dan Periode Revolusinya adalah 165 tahun. Lalu karena diameternya adalah 48.600 km, maka Periode Rotasi untuk Neptunus adalah 16 jam.

D.    Satelit Alami dan Satelit Buatan

Satelit merupakan benda angkasa di tata surya yang selalu berputar mengitari planet, dan akan bergerak mengelilingi matahari bersama dengan planet yang diputarinya.

Sama seperti planet, satelit alami juga melakukan pergerakan rotasi (Berputar pada porosnya) dan pergerakan revolusi (memutari planet yang diiringinya).

Satelit dibedakan menjadi dua jenis, yaitu satelit alami dan satelit buatan. Berikut penjelasan mengenai satelit alami dan satelit buatan yang ada di Tata Surya :

1)      Satelit Alami

Satelit alami adalah benda angkasa di tata surya mengitari sebuah planet. Hampir semua planet di tata surya memiliki satelit alami, hanya planet Merkurius dan planet Venus saja yang tidak memiliki satelit alami.

Satelit alami adalah satelit yang diciptakan oleh Tuhan dan dapat bergerak dengan sendirinya tanpa perlu adanya bantuan tangan manusia

Berikut beberapa satelit alami yang ada di setiap planet di Tata Surya :

1.      Bumi : Bulan

2.      Mars : Phobos dan Demos

3.      Yupiter : Io, Europa, Ganymede, Callisto, Amalthea, Himalia, Elara, Pasiphae, Sinope, Lysithea, Carme, Ananke, Leda, Thebe, Adrastea, Metis, Callirrhoe, Themisto, Megaclite, Taygete, Chaldene, Harpalyke, Kalyke, Locaste, Erinome, Isonoe, Praxidike, Autonoe, Thyone, Hermippe, Aitne, Eurydome, Euanthe, Euporie, Orthosie, Sponde, Kale, Pasithee, Hegemone, Mneme, Aoede, Thelxinoe, Arche, Kallichore, Helike, Carpo, Eukelade, Cyllene, Kore, Herse, dan beberapa satelit alami lain yang belum memiliki nama pasti.

4.      Saturnus : Mimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Titan, Hyperion, Lapetus, Phoebe, janus, Epimetheus, Helene, Telesto, Calypso, Atlas, Prometheus, Pandora, Pan, Ymir, Paaliaq, Tarvos, Ijiraq, Suttungr, Kiviuq, Mundilfari, Albiorix, Skathi, Erriapus, Siarnaq, Thrymr, Narvy, Methone, Pallene, Polydeuces, Daphnis, Aegir, Bebhionn, Bergelmir, Bestla, Farbauti, Fenrir, Fornjot, Hati, Hyrrokkin, Kari, Loge, Skoll, Surtur, Anthe, Jarnsaxa, Greip, Tarqeq, Aegaeon, dan beberapa satelit alami lainnya yang belum memiliki nama pasti.

5.      Uranus : Ariel, Umbriel, Titania, Oberon, Miranda, Cordelia, Ophelia, Bianca, Cressida, Desdemona, Juliet, Portia, Rosalind, Belinda, Puckm Caliban, Sycorax, Prospero, Setebos, Stephano, Trinculo, Francisco, Margaret, Ferdinand, Perdita, Mab, dan Cupid.

6.      Neptunus : Triton, Nereid, Naiad, Thalassa, Despina, Galatea, Larissam, Proteus, Hallimede, Psamathe, Sao, Laomedeia, Neso, dan S/2004 N 1 (nama sementara).

2)      Satelit Buatan

Satelit buatan adalah sebuah alat yang dibuat oleh tangan manusia yang pergerakannya dikendalikan dan diatur sesuai dengan keinginan dan tujuan dari manusia yang menciptakannya.

Tujuan dibuatnya satelit buatan, sebagian besar adalah untuk mengamati benda-benda angkasa yang ada di luar angkasa. Satelit buatan biasanya dimiliki oleh negara-negara besar seperti Amerika. Tapi di Negara kita, Indonesia juga memiliki satelitnya sendiri, yaitu satelit palapa yang merupakan satelit komunikasi domestic Indonesia.

Berikut beberapa jenis satelit buatan beserta fungsinya :

1.      Satelit Komunikasi, berfungsi sebagai stasiun pemancar luar angkasa. Contohnya adalah Echostar yang beroperasi di Amerika dan Satelit Palapa yang ada di Indonesia.

2.      Satelit Cuaca, berfungsi sebagai monitor cuaca pada permukaan bumi. Contohnya adalah satelit TIROS yang dioperasikan oleh NOAA.

3.      Satelit Pencitraan Sumber Daya Alam, berfungsi untuk memetakan permukaan bumi. Contohnya adalah LANDSAT dab Vanguard milik Amerika.

4.      Satelit Global Positioning System (GPS), berfungsi untuk menentukan posisi garis bujur, garis lintang, dan ketinggian suatu tempat di permukaan bumi secara akurat.

5.      Satelit Penelitian yang diluncurkan dan berada pada orbit yang sesuai dengan objek penelitiannya. Contohnya adalah satelit SOHO yang diluncurkan untuk meneliti matahari.

E.     Asteroid

Asteroid merupakan benda angkasa yang berbentuk batuan-batuan pecahan kecil yang melayang di luar angkasa. Asteroid beredar pada lintasannya yang disebut sebagai sabuk asteroid. Sabuk asteroid terletak di antara orbit planet Mars dan orbit planet Yupiter.
Sehingga membuat planet di tata surya terbagi menjadi dua kelompok, yaitu planet dalam (Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars) dan planet luar (Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus).

Guiseppa Piazzi seorang ilmuwan italia pada tahun 1801, melakukan penelitian asteroid di tata surya untuk pertama kalinya, dan asteroid yang pertama kali diteliti olehnya diberi nama Ceres.

F.      Komet

Komet merupkan benda langit berukuran kecil, yang tersusun dari sejumlah partikal-partikal bebatuan, kristal, es, dan gas.

Komet sering disebut sebagai bintang berekor, karena biasanya terlihat seperti sebuah benda langit yang bercahaya dan berbentuk memanjang menyerupai ekor. Tubuh komet terdiri atas 3 bagian, yaitu bagian inti, koma, dan ekor.

Inti Komet terbuat dari kristal es dan gas yang membeku dengan diameter kira-kira sebesar 10 km. Bagian koma Komet memiliki diameter yang panjangnya dapat mencapai 100.000 km, ukurannya jauh lebih besar dibandingkan intinya.

Bagian ekor merupakan bagian terbesar dari komet yang panjangnya bisa mencapai 100 juta km dan tersusun atas gas hasil penguapan kristal es pada bagian intinya. Ekor komet menghadap ke arah berlawanan dengan arah matahari, karena partikel-partikelnya terdorong oleh radiasi matahari.

Berikut beberapa komet yang pernah terlihat dari bumi :

1.      Komet Halley adalah komet yang paling terkenal, yang muncul setiap 76 tahun sekali, dan terakhir kali muncul pada tahun 1986.

2.      Komet Kohoutek adalah komet yang periode kemunculannya paling lama. Pertama kali muncul pada tahun 1974 dan diperkirkan komet ini sebelumnya tampak pada 150.000 tahun yang lalu dan kemunculan berikutnya sekitar 75.000 tahun lagi.

3.      Komet Enche adalah komet yang memiliki lintasan paling pendek. Panjang lintasannya hanya 3,3 km, sehingga komet ini sering berada di dekat matahari. Periode kemunculan komet sangatlah bervariasi

G.    Meteor


Meteor atau meteroid adalah benda angkasa yang bergerak cepat dan memiliki lintasan yang tidak teratur. Peistiwa bintang jatuh yang dilihat oleh manusia, sebenarnya adalah meteor yang bergerak bebas di tata surya yang kemudian tertarik oleh gaya gravitasi Bumi.

Saat meteor jatuh menuju ke permukaan bumi, meteor akan bergesekan dengan atmosfer bumi dan memancarkan cahaya. Karena pergesekan tersebut, suhu meteor semakin naik dan terbakar sampai akhirnya menguap. Manusia dapat melihat secara langsung meteor, ketika meteor tersebut terbakar dan memancarkan cahaya.

Pada umumnya meteor yang memasuki atmosfer bumi akan terbakar dan menguap. Namun ada juga meteor yang berhasil bertahan, sehingga dapat masuk ke dalam atmosfer bumi dan mencapai permukaan bumi sebelum habis terbakar. Meteor yang berhasil jatuh ke permukaan bumi di kenal sebagai meteorid.
.
.
.
Demikian informasi yang dapat saya berikan mengenai Tata Surya kita ini. Terima kasih banyak telah berkunjung ke blog saya, dan saya berharap ini akan dapat bermanfaat dan menambah ilmu serta wawasan anda mengenai Tata Surya kita.