A.
Pengertian Tata Surya
Tata
Surya atau Sistem Tata Surya (Solar System) adalah salah satu bagian dari alam
semesta yang sangat luas, yang letaknya berada di salah satu galaksi di ruang
angkasa yaitu galaksi bima sakti (Milky Way). Kata Bimasakti sendiri berasal
dari salah satu tokoh pewayangan yang memiliki kulit berwarna hitam. Hal itu
dikarenakan orang jawa zaman dulu menganggap bintang-bintang di langit
membentuk gambar Bima yang dililit ular naga..
Tata
Surya terdiri dari sususan benda-benda angkasa yang berputar mengelilingi matahari sebagai pusatnya.
Benda-benda angkasa tersebut terdiri dari planet-planet dengan orbit berbentuk
elips (lonjong), satelit alami, asteroid, komet, dan meteoroid. Penyebab utama
benda-benda angkasa itu dapat berputar mengelilingi matahari adalah karena
adanya pengaruh dari gaya gravitasi matahari.
Urutan
susunan benda-benda angkasa di dalam sistem tata surya dimulai dari matahari,
planet dalam, sabuk asteroid, planet luar, dan sabuk kuiper. Semua benda-benda
angkasa tersebut tersusun menjadi satu kesatuan dan membuat sebuah sistem yang
sangat teratur. Sehingga antara planet satu dengan planet yang lainnya tidak
mengalami tabrakan.
B. Matahari
Matahari adalah inti atau pusat dari tata surya dan
merupakan salah satu bintang dari 100 miliar bintang yang ada di galaksi
bimasakti. Matahari memiliki massa yang sangat berat (300.000 kali lebih berat
daru massa bumi) dan jaraknya paling dekat dengan bumi. Matahari bukanlah
bintang yang paling besar di galaksi bimasakti.
Namun matahari adalah bintang terbesar yang ada di
dalam sistem tata surya. Diameter matahari besarnya adalah 1.400.000 km (110
kali ukuran bumi). Sedangkan jarak antara matahari dengan bumi adalah
149.000.000 km atau sering dibulatkan menjadi 150 juta km.
Gaya gravitasi matahari beratnya 28 kali lebih kuat
dibanding gaya gravitasi bumi, karena massa matahari jauh lebih besar dibanding
massa bumi.
Matahari berbentuk seperti bola api raksasa, yang
mana suhunya sangatlah panas sekali. Jika dilihat dari bumi, permukaan matahari
sekilas terlihat halus dan rata. Namun bila dilihat dari dekat, maka akan
terlihat pada permukaannya terjadi lompatan-lompatan lidah api yang terjadi
setiap waktu.
Sama seperti bintang lainnya, Matahari juga tersusun
dari berbagai jenis gas dengan suhu yang sangat panas. Suhu permukaan matahari
berkisar antara 5000 oC-6000 oC, sedangkan suhu intinya
dapat mencapai 15.000.000 oC.
Unsur gas yang membentuk matahari antara lain :
1. Hidrogen (H), massa dalam matahari = 76,94
2. Helium (He), masa dalam matahari = 21,80
3. Oksigen (O2), masa dalam matahari =
0,80
4. Karbon (C), masa dalam matahari = 0,40
5. Neon (Ne), masa dalam matahari = 2,00
6. Besi (Fe), masa dalam matahari = 0,10
7. Nitrogen (N), masa dalam matahari = 0,10
8. Silikon (Si), masa dalam matahari = 0,10
9. Magnesium (Mg), masa dalam matahari = 0,08
10. Sulfur (S), masa dalam matahari = 0,05
11. Nikel (Ni), masa dalam matahari = 0,01
Matahari terdiri dari beberapa bagian lapisan yang
memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Atmosfer
Matahari
Atmosfer Matahari merupakan lapisan
terluar yang memiliki kerapatan gas paling kecil. Di daerah yang dekat dengan
permukaan matahari ini, temperaturnya lebih kecil daripada lapisan terluar yang
bisa mencapai suhu hingga jutaan derajat celcius. Kondisi masih menjadi misteri
dan sampai sekarang belum ada yang mengetahui apa penyebabnya.
Atmosfer Matahari terdiri atas dua
bagian, yaitu Kromosfer dan Korona :
a) Kromosfer
merupakan lapisan yang dekat dengan permukaan matahari dan mempunyai kerapatan
yang rendah. Kromosfer bisa dilihat saat terjadi gerhana matahari, yang mana
ketika dilihat tampak seperti cincin atau mantel merah yang menutupi bola
matahari. Berdasarkan warnanya, para ahli astronomi dan ilmuwan memperkirakan
suhunya dapat mencapai 4.500 oC.
b) Korona
(artinya adalah mahkota) merupakan lapisan terluar dari matahari, yang suhunya
diperkirakan mencapai 1.000.000 oC. Ketebalan Korona adalah 2.000
km. Bagian ini bisa dilihat sebagai lapisan berbentuk seperti mahkota, yang
mengelilingi matahari. Lapian akan lebih jelas terlihat saat terjadi gerhana
matahari.
2. Fotosfer
Matahari
Fotosfer Matahari merupakan
permukaan matahari yang tersusun atas gas dengan suhu dan kerapatan yang sangat
tinggi. Lapisan ini tidak tembus pandang karena terdapat partikel-partikel gas
penyusun yang sangat tebal dan padat. Fotosfer berfungsi sebagai selimut
matahari, agar matahari tidak terlalu banyak mengeluarkan energy. Suhu di
Fotosfer berkisar antara 5.000-6.000 oC.
3. Inti
Matahari
Ukuran inti matahari adalah 1/64
kali dari volume total matahari. Inti matahari terdiri atas partikel-partikel
gas yang sangat padat dengan densitas sekitar 150 kali lebih padat daripada
densitas air. Akibatnya, suhu dan tekanannya menjadi sangat tinggi sehingga
memungkinkan terjadinya reaksi fusi
hydrogen. Reaksi fusi adalah reaksi penggabungan dua inti atom yang bergabung
menjadi inti atom yang lain, dan reaksi fusi hydrogen adalah reaksi
penggabungan dua inti atom hydrogen yang bergabung dan berubah menjadi inti
atom helium.
Suhu di inti matahari dapat
mencapai 15.000.000 oC, sehingga memungkingkan terjadinya reaksi
fusi termonuklir. Reaksi fusi termonuklir adalah reaksi penggabungan dua inti
atom yang bergabung membentuk satu atau lebih inti atom yang lebih besar dan
partikel sub-atom (neutron atau proton).
Matahari mengalirkan energinya dalam bentuk cahaya,
yang mana cahaya tersebut merupakan sebuah gelombang elektromagnetik yang
diradiasikan oleh matahari. Matahari memancarkan berbagai macam spectrum cahaya
atau panjang gelombang cahaya, diantaranya ada spectrum sinar gamma, sinar-x,
ultraviolet, sinar tampak, sinar infrared, gelombang TV, dan gelombang radio.
Energi matahari yang sampai ke permukaan bumi hanya
sebagai saja, karena cahaya matahari yang masuk ke dalam atmosfer bumi,
sebagian dipantulkan kembali ke luar angkasa dan sebagian lagi ditransmisikan.
Energi panas matahari yang dipancarkan ke bumi,
besarnya selalu sama dan tidak berubah-ubah. Semisal jika saja panasnya
berkurang sedikit saja, maka bumi akan membeku, dan jika panasnya bertambah
sedikit, maka bumi akan memanas bagaikan oven.
Cahaya dan energy panas yang dihasilkan oleh
Matahari, sangatlah penting dan berguna bagi kehidupan di bumi. Berikut
beberapa manfaat matahari bagi kehidupan di bumi :
1. Panas
matahari berguna untuk menjaga suhu di permukaan bumi agar tetap hangat,
dan membantu proses sirkulasi air dan
udara di bumi.
2. Dengan
adanya cahaya matahari kita dapat mengetahui waktu-waktu seperti pagi, siang,
sore, dan malam. Caranya adalah dengan memperhatikan bayangan tongkat yang
terkena sinar matahari. Selain dapat mengetahui waktu, dengan adanya cahaya
matahari, tumbuhan dapat melakukan proses fotosintesis dan menghasilkan makanan
bagi dirinya sendiri.
3. Sinar
ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari berguna untuk membunuh kuman,
terutama kumam penyebab penyakit kulit. Sehingga membuat kulit manusia dan
hewan selalu sehat. Selain dapat membunuh kuman, sinar ultraviolet juga
berfungsi sebagai provitamin D yang berguna untuk membantu proses pertumbuhan
tulang pada manusia dan hewan.
C.
Planet
Planet adalah benda angkasa yang mempunyai orbit dan
berputar mengelilingi matahari. Planet memiliki sifat yang berbeda dengan
bintang. Bintang dapat memancarkan cahayanya sendiri, sedangkan planet tidak dapat
memancarkan cahayanya sendiri dan hanya dapat mereflesikan
cahaya matahari.
Karena memiliki massa dan gaya gravitasi yang cukup,
planet di tata surya pun dapat memiliki struktur berbentuk bulat atau bola, dan
memiliki lintasan orbitnya yang bersih (tidak memiliki benda angkasa lainnya di
dalam orbitnya). Orbit itu sendiri adalah lintasan planet yang berputar
mengelilingi matahari.
Dikarenakan lintasan orbit atau garis edar milik
planet di tata surya berbentuk elips (lonjong), jarak antara matahari dengan
planet menjadi berubah-ubah. Posisi planet pada saat tertentu berada pada jarak
terdekat (perihelium) dan pada saat yang lain berada pada jarak terjauh
(aphelium).
Pergerakan planet-planet mengelilingi matahari
disebut revolusi planet, dan waktu yang dibutuhkan sebuah planet untuk
melakukan satu kali revolusi disebut
periode revolusi. Selain revolusi, planet juga melakukan gerak rotasi. Gerak
rotasi adalah gerak planet yang berputar pada sumbu porosnya sendiri, dan waktu
yang dibutuhkan planet untuk melakukan satu kali revolusi disebut periode
revolusi
Planet di tata surya ada 8, yaitu Merkurius, Venus,
Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Dulu sebelum tahun 2006,
Pluto pernah dimasukkan sebagai salah satu anggota planet dalam sistem tata
surya. Namun setelah tahun 2006, Pluto tidak dianggap lagi sebagai anggota
planet di tata surya, karena lintasan
orbitnya yang tidak bersih dari benda angkasa lainnya. Menurut IAU, hal
tersebut sangat bertentangan dengan definisi sebuah planet, sehingga disepakati
bahwa Pluto bukanlah sebuah planet lagi.
Planet di tata surya dikelompokan oleh para ahli
astronomi menjadi beberapa susunan atau urutan yang berbeda-beda, berdasarkan
faktor-faktor yang dimiliki oleh setiap planet. Susunan pengelempokkan planet
di tata surya adalah sebagai berikut :
1. Pengelompokan
berdasarkan posisi planet yang dilihat dari orbit bumi, dapat dibagi menjadi planet
inferior dan planet superior. Planet inferior adalah planet yang terletak di
dalam orbit bumi, (Merkuris dan Venus). Sedangkan planet superior adalah planet
yang terletak di luar orbit bumi, (Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan
Neptunus).
2. Pengelompokan
berdasarkan posisi planet yang dilihat dari orbit asteroid, dapat dibagi
menjadi planet dalam dan planet luar. Planet dalam adalah planet yang berada di
dalam orbit asteroid, (Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars). Sedangkan planet luar
adalah planet yang berada di luar orbit asteroid, (Jupiter, Saturnus, Uranus,
dan Neptunus).
3. Pengelompokan
berdasarkan material penyusunnya, yang dapat dibagi menjadi planet terrestial
dan planet jovian. Planet terrestrial adalah planet dengan ukuran yang relative
kecil, berbatu, dan memiliki atmosfer yang tipis, (Merkurius, Venus, Bumi, dan
Mars). Sedangkan planet Jovian adalah planet dengan permukaan yang tersusu dari
gas, cairan, es tebal, dan ukurannya relative besar, (Jupiter, Saturnus,
Uranus, dan Neptunus).
Berikut penjelasan mengenai 8 planet yang ada di Sistem
Tata Surya :
1. Merkurius
Planet Merkurius adalah planet yang
posisinya berada paling dekat dengan matahari dan merupakan planet yang tidak
memiliki satelit. Planet Merkurius menjadi planet paling terkecil di Tata
Surya, karena ukurannya yang jauh lebih kecil daripada ukuran bumi dan planet
lainnya.
Nama Merkurius diambil dari nama
salah satu dewa romawi dalam mitologi Yunani, yaitu Dewa Mercury atau Hermes yang
merupakan dewa yang bertugas sebagai pengantar pesan para dewa.
Struktur dari permukaan Merkurius
adalah tidak rata, dan memiliki banyak lubang. Atmosfer Merkurius sangat tipis,
sehingga pada siang hari suhu di permukaannya bisa naik hingga 430 oC
dan pada malam hari suhu di permukaanya bisa turun hingga -170 oC.
Karena jarak antara matahari dan
merkuri adalah 58 juta km, maka Periode Revolusi untuk Merkurius adalah 88 hari,
dan karena diameter Merkuri adalah 4.900 km, maka Periode Rotasi untuk Merkurius
adalah 59 hari.
2. Venus
Setelah Merkuri, planet yang berada
pada urutan kedua berdasarkan jaraknya dari matahari adalah planet Venus. Sama
seperti planet Merkurius, planet Venus juga merupakan planet yang tidak
mempunyai satelit.
Nama Venus diambil dari nama dewi
cinta dan kecantikan romawi dalam mitologi Yunani, yaitu Dewi Venus atau
Aphrodite. Sesuai dengan namanya, Venus terlihat sangat cantik di angkasa,
karena merupakan objek yang paling terang setelah matahari dan bulan.
Berdasarkan Informasi yang ada,
Venus ditutupi awan tebal, sehingga menurut para ahli astronomoi kuno Venus tampak
seperti objek angkasa yang penuh misteri yang sangat menggambarkan sosok
seorang perempuan.
Planet Venus sering kali disebut
sebagai kembaran dari planet bumi, karena ukurannya yang hampir sama dengan
ukuran planet bumi.
Selain ukurannya, planet Venus juga
mempunyai gaya gravitasi yang hampir sama dengan gaya gravitasi bumi.
Atmosfer Venus sangat tebal dan
tekanannya 100 kali lebih kuat daripada atmosfer bumi. Atmosfer Venus terdiri
atas gas karbondioksida (96%), gas nitrogen (3,5%), uap air, dan gas-gas
lainnya.
Karena atmosfer Venus dapat menahan
sinar matahari, planet Venus jadi terlihat sangat terang, sehingga kita dapat
melihatnya dari bumi.
Akibat adanya atmosfer Venus yang
tebal tersebut, suhu permukaan di Venus yang tertinggi menjadi sangat panas,
yaitu 477 oC atau 480 oC, dan untuk suhu permukaan di Venus
yang terendah adalah 450 oC.
Venus dijuluki sebagai bintang
fajar, karena kita dapat melihatnya kurang lebih selama 4 jam sebelum matahari
terbit. Selain dijuluki sebagai bintang fajar.
Venus juga sering kali dijuluki
sebagai bintang senja, karena dapat terlihat bersinar terang di Barat, saat
Matahari akan terbenam.
Karena jarak antara matahari dan
Venus adalah 108 juta km, maka Periode Revolusi untuk Venus adalah 225 hari dan
karena diameter Venus adalah 12.100 km, maka Periode Rotasi untuk Venus adalah
243 hari.
Arah Rotasi Venus searah dengan
jarum jam, sehingga matahari di Venus akan terbit dari arah barat dan tenggelam
di arah timur. Hal ini, berkebalikan dengan arah rotasi planet-planet lainnya
yang berputar berlawanan arah dengan jarum jam.
3. Bumi
Satu-satunya planet di dalam tata
surya yang dihuni oleh makhluk hidup adalah planet urutan ketiga dari matahari
yang bernama, Planet Bumi. Atmosfer Bumi terdiri dari nitrogen, oksigen, karbon
dioksida, uap air, dan unsur-unsur lainnya.
Salah satu unsur dalam atmosfer
bumi yang bernama Ozon, memiliki peran penting dalam melindungi makluk hidup
yang ada di bumi, dari sinar ultraviolet matahari yang sangatlah berbahaya bagi
kehidupan.
Selain melindungi bumi dari
ultraviolet, atmosfer bumi juga melindungi bumi dari radiasi yang berasal dari
benda-benda angkasa yang berada di dekat dengan bumi.
Berkat adanya atmosfer bumi, suhu
Bumi dapat terjaga dengan baik sesuai dengan kebutuhan makhluk hidup. Suhu bumi
paling rendah adalah -90o C dan suhu bumi yang paling tinggi adalah
50o C.
Bila dilihat dari luar angkasa,
bumi terlihat tampak sangat biru. Karena sebagian besar permukaan bumi 2/3
bagiannya adalah lautan dan bagian sisanya adalah daratan.
Bumi memiliki satu satelit alami,
yaitu bulan. Bulan berputar mengelilingi bumi dan bersama dengan bumi, bulan
juga memutari matahari. Karena jarak bulan yang sangat dekat dengan bumi,
pengaruh gaya gravitasi bulan terhadap bumi lebih besar daripada gravitasi
matahari.
Berikut beberapa peristiwa di bumi
yang diakibatkan oleh adanya pengaruh gaya gravitasi bulan terhadap bumi :
·
Peristiwa terjadinya pasang surut air
laut;
·
Peristiwa terjadinya gerhana bulan;
·
Peristiwa terjadinya gerhana matahari;
·
Peristiwa terjadinya berbagai macam fase
bulan dan pergerakannya;
·
Peristiwa terjadinya perubahan jumlah
hari pada setiap bulan di kalender hijriah.
Karena diameter Bumi adalah 12.750
km, maka Periode Rotasi untuk Bumi adalah 24 jam dan karena jarak antara bumi
dan matahari adalah 150.000.000 km, maka Periode Revolusi untuk Bumi adalah 365
hari.
Di antara planet lain di Tata Surya, hanya planet bumilah yang penamaannya tidak berasal dari nama dewa ataupun dewi dalam mitologi yunani. Penyebutan nama untuk
planet di tata surya yang dihuni oleh makhluk hidup ini, berbeda-beda di setiap
negara, (seperti misalnya earth untuk bahasa Inggris, aarde untuk bahasa
Belanda, dan bumi untuk bahasa Indonesia). Namun arti atau maknanya tetaplah
sama, yaitu tanah.
4. Mars
Mars adalah planet keempat dari
matahari Nama planet Mars diambil dari nama dewa perang romawi, yaitu dewa Mars
atau Ares dalam mitologi Yunani.
Alasan kenapa planet Mars diberi
nama tersebut, adalah karena permukaan planet Mars yang berwarna merah akibat
adanya debu angin yang banyak berterbangan di permukaannya.
Seluruh permukaan Mars adalah
padang pasir yang ditutupi oleh debu dan batuan yang padat berwarna orange
kemerahan. Sehingga planet Mars akan tampak terlihat berwarna merah dan itulah
mengapa planet Mars juga sering dijuluki sebagai planet merah.
Di permukaan planet Mars, terdapat
sebuah gunung bernama Olympus Mons yang merupakan gunung tertinggi, bukan hanya
menjadi yang tertinggi di planet Mars, tetapi juga menjadi gunung yang
tertinggi di tata surya. Ukurannya 3 kali lebih tinggi daripada gunung everest
di Bumi.
Atmosfer Mars terdiri dari karbon
dioksida (95%), gas nitrogen (3%), argon (1,6%), serta mengandung jejak oksigen
dan air yang tidak banyak.
Atmosfer Mars relatif berdebu dan
mengandung partikulat yang memberikan kenampakan kuning kecokletan di langit
Mars saat dilihat dari permukaan.
Suhu permukaan di Mars dimulai dari
suhu yang terendah yaitu -120o C sampai suhu yang tertinggi yaitu
-130o C.
Planet Mars memliki dua planet
alami, yaitu Phobos dan Deimos. Nama kedua satelit alami tersebut berasal dari
nama anak dewa Mars atau Ares dalam mitologi yunani, yang selalu menenaminya
dalam setiap pertempuran. Phobos berarti panik/ketakutan dan Deimos berarti
terror.
Menurut para ilmuwan salah satu
satelit alami Mars, yaitu Phobos diperkirakan akan menabrak Mars dan hancur
dalam kurung waktu 30-50 juta tahun. Hancurnya Phobos akan membentuk sebuah
cincin yang akan mengelilingi Mars yang hanya dapat bertahan selama 100 juta
tahun saja.
Karena jarak antara Matahari dan
Mars adalah 228.000.000 km, maka Periode Revolusi untuk Mars adalah 687 hari,
dan karena diameternya adalah 6.800 km, maka Periode Rotasinya adalah 24,6 jam.
Karena orbit Mars yang lebih
lonjong dari orbit Bumi, Mars membutuhkan waktu yang lebih lama untuk
mengelilingi matahari, sehingga satu tahun di Mars sama dengan dua tahun di
bumi. Karena gaya gravitasi di planet Mars 62% lebih rendah dari Bumi, manusia
yang berada di Mars akan bisa melompat tiga kali lebih tinggi dari apa yang bisa
dilakukan di Bumi.
5. Yupiter
Di Tata Surya, planet yang ukuran
paling terbesar dibandingkan planet lainnya adalah Planet Yupiter. Planet
Yupiter termasuk dalam kelompok planet luar, karena letaknya berada di luar
orbit sabuk asteroid. Ukuran planet Jupiter
11 kali lebih besar daripada ukuran bumi, sehingga sering disebut planet
raksasa.
Nama planet Yupiter berasal dari
nama raja para dewa romawi, yaitu Dewa Yupiter atau Zeus dalam mitologi yunani.
Sesuai dengan ukurannya yang paling besar dibandingkan planet-planet lain di
tata surya yang seolah-olah seperti raja.
Atmosfer Yupiter terdiri dari gas
hydrogen dan sisanya adalah gas helium. Lapisan atmosfer Yupiter sangat tebal
sehingga membuatnya terlihat seperti bola gas raksasa .Yupiter tidak memiliki
permukaan yang padat seperti planet lainnya. Karena berada jauh dari matahari,
suhu permukaan Yupiter dapat mencapai -150o C.
Diameter Yupiter adalah 142.700 km.
Jaraknya dari Matahari adalah 778 km. Periode Revolusi untuk Yupiter adalah
11,86 hari, dan Periode Rotasinya adalah 10 jam.
Satelit alami Yupiter ada 16, yang
diantaranya ada Ganymede, Callisto, Europa, dan Io (4 satelit terbesar
Yupiter).
6. Saturnus
Planet terbesar kedua di tata surya
setelah Yupiter adalah planet Saturnus, yang mana ukurannya adalah 9 kali lebih
besar daripada ukuran bumi. Saturnus merupakan planet yang sebagian besar
terdiri atas gas dan cairan, sehingga kerapatan yang dimilikinya sangat rendah.
Nama planet Saturnus diambil dari
nama dewa pertanian sekaligus ayahnya Yupiter, yang mana merupakan rajanya para
dewa romawi sebelum Yupiter berkuasa, yaitu dewa Saturnus atau Cronos dalam
mitologi yunani.
Saturnus memiliki bentuk yang
diratakan di kutub dan dibengkakan keluar di sekitar khatulistiwa. Bentuk yang
diratakan itu disebabkan oleh adanya pergerakan rotasi Saturnus yang sangat
cepat.
Inti planet Saturnus tersusun dari
batuan padat, sedangkan atmosfernya tersusun atas gas amonia dan metana.
Sehingga tidak mugkin bagi Saturnus memiliki kehidupan di dalamnya.
Saturnus menjadi satu-satunya
planet di tata surya yang memiliki massa jenis yang lebih sedikit daripada air.
Walaupun inti planet ini adalah batuan padat dan memiliki massa jenis yang
lebih besar daripada air.
Planet ini memiliki atmosfer yang
mengandung gas, sehingga massa jenis relatif planet ini adalah sebesar 0.69
g/cm3 (lebih sedikit daripada air). Akibatnya bila Saturnus
diletakkan di atas kolam yang penuh air, maka planet Saturnus akan mengapung.
Planet saturnus disebut planet
bercincin, karena memiliki cincin yang sangat unik dan indah di bagian
atmosfernya. Cincin Saturnus tersusun dari ribuan cincin yang bersatu menjadi
satu buah cincin besar. Cincin Saturnus ini terentang dari 6.630 km – 120.700
km di atas atmosfer Saturnus.
Bahan dalam membentuk cincin ini
masih belum diketahui secara pasti. Namun menurut pendapat para ilmuwan, cincin
Saturnus diperkirakan tersusun dari partikel-partikel debu halus, kerikil
kecil, dan bongkahan-bongkahan es meteoroid yang sangat besar.
Total satelit alami Saturnus adalah
56 buah, yang mana 7 diantaranya ada
Mimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Lapetus, dan Titan (Satelit terbesar di
tata surya yang ukurannya lebih besar dari planet Merkurius dan merupakan
satu-satunya satelit di tata surya yang memiliki lapisan atmosfer).
Karena jarak antara matahari dan
Saturnus adalah sekitar 1.425 juta km, maka Periode Revolusi untuk Saturnus
adalah 29,5 tahun, dan karena diameternya adalah 120.000 km, maka Periode
Rotasi untuk Saturnus adalah 10,7 jam
Karena jarak Saturnus yang sangat
jauh dari matahari, Saturnus jadi tampak tidak begitu jelas bila dilihat dari
bumi, dan cahaya dari sinar matahari menjadi sulit untuk dapat dijangkau di
planet tersebut, akibatnya suhu permukaan Saturnus menjadi sangat dingin dan dapat
mencapai -190o C.
7. Uranus
Planet Uranus yang merupakan planet
yang berada pada posisi ketujuh dari matahari ini, berotasi sama seperti planet
Venus, yang mana perputarannya searah dengan jarum jam. Planet Uranus juga
memiliki cincin seperti Saturnus, namun tidak dapat dilihat dari bumi, meskipun
dengan bantuan teleskop.
Planet Uranus menjadi planet
terdingin di tata surya, dengan suhu permukaannya yang bisa mencapai -180o
C hingga -224o C.
Pada awalnya, planet Uranus
dinamakan planet Georgian oleh Herschel untuk menghormati Raja George III.
Namun nama tersebut tidak sejutui oleh Astronom Johann Bode, alasannya adalah
karena planet-planet lain yang ada di tata surya selalu menggunakan nama dewa
dari Mitologi Yunani Kuno. Maka dari itu, Bode pun menyarankan nama Uranus yang
diambil dari nama dewa romawi dalam
Karena jarak dari matahari adalah
2.867 juta km, maka Periode Revolusi untuk Uranus adalah 84 hari, dan karena
diameternya adalah 50.800 km, maka Periode Rotasi untuk Uranus adalah 17 jam.
Satelit alami yang dimiliki planet
ini ada 27 satelit, yang mana diantaranya terdapat 5 satelit besar, yaitu
Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon.
8. Neptunus
Planet Neptunus merupakan planet
yang berada di posisi paling terakhir atau ke-8 di Tata Surya. Planet Neptunus
juga merupakan planet berbentuk bola gas raksasa sama seperti Yupiter, Saturnus
dan Uranus.
Nama planet Neptunus berasal dari nama dewa
laut dan gempa bumi romawi, yaitu dewa Neptunus atau Poseidon dalam mitologi yunani.
Alasan kenapa planet ini diberi nama Neptunus adalah karena warnanya yang biru
sama seperti laut.
Atmosfernya terdiri atas 80% gas
hydrogen, 19% gas helium, dan beberapa jejak metana. Metana pada atmosfernya
adalah bagian yang memberikan planet Neptunus warna biru.
Satelit alami Neptunus, ada 11
satelit alami dan diantaranya ada Triton yang merupakan satelit alami terbesar
yang dimiliki Neptunus.
Karena jaraknya dari Matahari
adalah 4.486 juta km, maka Suhu
permukaan pada planet Neptunus adalah -220o C, dan Periode Revolusinya
adalah 165 tahun. Lalu karena diameternya adalah 48.600 km, maka Periode Rotasi
untuk Neptunus adalah 16 jam.
D. Satelit
Alami dan Satelit Buatan
Satelit merupakan benda angkasa di
tata surya yang selalu berputar mengitari planet, dan akan bergerak
mengelilingi matahari bersama dengan planet yang diputarinya.
Sama seperti planet, satelit alami
juga melakukan pergerakan rotasi (Berputar pada porosnya) dan pergerakan
revolusi (memutari planet yang diiringinya).
Satelit dibedakan menjadi dua jenis,
yaitu satelit alami dan satelit buatan. Berikut penjelasan mengenai satelit
alami dan satelit buatan yang ada di Tata Surya :
1) Satelit
Alami
Satelit
alami adalah benda angkasa di tata surya mengitari sebuah planet. Hampir semua
planet di tata surya memiliki satelit alami, hanya planet Merkurius dan planet
Venus saja yang tidak memiliki satelit alami.
Satelit
alami adalah satelit yang diciptakan oleh Tuhan dan dapat bergerak dengan
sendirinya tanpa perlu adanya bantuan tangan manusia
Berikut
beberapa satelit alami yang ada di setiap planet di Tata Surya :
1. Bumi
: Bulan
2. Mars
: Phobos dan Demos
3. Yupiter
: Io, Europa, Ganymede, Callisto, Amalthea, Himalia, Elara, Pasiphae, Sinope,
Lysithea, Carme, Ananke, Leda, Thebe, Adrastea, Metis, Callirrhoe, Themisto,
Megaclite, Taygete, Chaldene, Harpalyke, Kalyke, Locaste, Erinome, Isonoe,
Praxidike, Autonoe, Thyone, Hermippe, Aitne, Eurydome, Euanthe, Euporie,
Orthosie, Sponde, Kale, Pasithee, Hegemone, Mneme, Aoede, Thelxinoe, Arche,
Kallichore, Helike, Carpo, Eukelade, Cyllene, Kore, Herse, dan beberapa satelit
alami lain yang belum memiliki nama pasti.
4. Saturnus
: Mimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Titan, Hyperion, Lapetus, Phoebe,
janus, Epimetheus, Helene, Telesto, Calypso, Atlas, Prometheus, Pandora, Pan,
Ymir, Paaliaq, Tarvos, Ijiraq, Suttungr, Kiviuq, Mundilfari, Albiorix, Skathi,
Erriapus, Siarnaq, Thrymr, Narvy, Methone, Pallene, Polydeuces, Daphnis, Aegir,
Bebhionn, Bergelmir, Bestla, Farbauti, Fenrir, Fornjot, Hati, Hyrrokkin, Kari,
Loge, Skoll, Surtur, Anthe, Jarnsaxa, Greip, Tarqeq, Aegaeon, dan beberapa
satelit alami lainnya yang belum memiliki nama pasti.
5. Uranus
: Ariel, Umbriel, Titania, Oberon, Miranda, Cordelia, Ophelia, Bianca,
Cressida, Desdemona, Juliet, Portia, Rosalind, Belinda, Puckm Caliban, Sycorax,
Prospero, Setebos, Stephano, Trinculo, Francisco, Margaret, Ferdinand, Perdita,
Mab, dan Cupid.
6. Neptunus
: Triton, Nereid, Naiad, Thalassa, Despina, Galatea, Larissam, Proteus,
Hallimede, Psamathe, Sao, Laomedeia, Neso, dan S/2004 N 1 (nama sementara).
2) Satelit
Buatan
Satelit
buatan adalah sebuah alat yang dibuat oleh tangan manusia yang pergerakannya
dikendalikan dan diatur sesuai dengan keinginan dan tujuan dari manusia yang
menciptakannya.
Tujuan
dibuatnya satelit buatan, sebagian besar adalah untuk mengamati benda-benda
angkasa yang ada di luar angkasa. Satelit buatan biasanya dimiliki oleh
negara-negara besar seperti Amerika. Tapi di Negara kita, Indonesia juga
memiliki satelitnya sendiri, yaitu satelit palapa yang merupakan satelit
komunikasi domestic Indonesia.
Berikut
beberapa jenis satelit buatan beserta fungsinya :
1. Satelit
Komunikasi, berfungsi sebagai stasiun pemancar luar angkasa. Contohnya adalah
Echostar yang beroperasi di Amerika dan Satelit Palapa yang ada di Indonesia.
2. Satelit
Cuaca, berfungsi sebagai monitor cuaca pada permukaan bumi. Contohnya adalah
satelit TIROS yang dioperasikan oleh NOAA.
3. Satelit
Pencitraan Sumber Daya Alam, berfungsi untuk memetakan permukaan bumi.
Contohnya adalah LANDSAT dab Vanguard milik Amerika.
4. Satelit
Global Positioning System (GPS), berfungsi untuk menentukan posisi garis bujur,
garis lintang, dan ketinggian suatu tempat di permukaan bumi secara akurat.
5. Satelit
Penelitian yang diluncurkan dan berada pada orbit yang sesuai dengan objek
penelitiannya. Contohnya adalah satelit SOHO yang diluncurkan untuk meneliti
matahari.
E. Asteroid
Asteroid merupakan benda angkasa
yang berbentuk batuan-batuan pecahan kecil yang melayang di luar angkasa.
Asteroid beredar pada lintasannya yang disebut sebagai sabuk asteroid. Sabuk
asteroid terletak di antara orbit planet Mars dan orbit planet Yupiter.
Sehingga membuat planet di tata
surya terbagi menjadi dua kelompok, yaitu planet dalam (Merkurius, Venus, Bumi,
dan Mars) dan planet luar (Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus).
Guiseppa Piazzi seorang ilmuwan
italia pada tahun 1801, melakukan penelitian asteroid di tata surya untuk
pertama kalinya, dan asteroid yang pertama kali diteliti olehnya diberi nama
Ceres.
F. Komet
Komet merupkan benda langit
berukuran kecil, yang tersusun dari sejumlah partikal-partikal bebatuan,
kristal, es, dan gas.
Komet sering disebut sebagai
bintang berekor, karena biasanya terlihat seperti sebuah benda langit yang
bercahaya dan berbentuk memanjang menyerupai ekor. Tubuh komet terdiri atas 3
bagian, yaitu bagian inti, koma, dan ekor.
Inti Komet terbuat dari kristal es
dan gas yang membeku dengan diameter kira-kira sebesar 10 km. Bagian koma Komet
memiliki diameter yang panjangnya dapat mencapai 100.000 km, ukurannya jauh
lebih besar dibandingkan intinya.
Bagian ekor merupakan bagian
terbesar dari komet yang panjangnya bisa mencapai 100 juta km dan tersusun atas
gas hasil penguapan kristal es pada bagian intinya. Ekor komet menghadap ke
arah berlawanan dengan arah matahari, karena partikel-partikelnya terdorong
oleh radiasi matahari.
Berikut beberapa komet yang pernah
terlihat dari bumi :
1. Komet
Halley adalah komet yang paling terkenal, yang muncul setiap 76 tahun sekali,
dan terakhir kali muncul pada tahun 1986.
2. Komet
Kohoutek adalah komet yang periode kemunculannya paling lama. Pertama kali
muncul pada tahun 1974 dan diperkirkan komet ini sebelumnya tampak pada 150.000
tahun yang lalu dan kemunculan berikutnya sekitar 75.000 tahun lagi.
3. Komet
Enche adalah komet yang memiliki lintasan paling pendek. Panjang lintasannya
hanya 3,3 km, sehingga komet ini sering berada di dekat matahari. Periode
kemunculan komet sangatlah bervariasi
G. Meteor
Meteor atau meteroid adalah benda angkasa
yang bergerak cepat dan memiliki lintasan yang tidak teratur. Peistiwa bintang
jatuh yang dilihat oleh manusia, sebenarnya adalah meteor yang bergerak bebas
di tata surya yang kemudian tertarik oleh gaya gravitasi Bumi.
Saat meteor jatuh menuju ke
permukaan bumi, meteor akan bergesekan dengan atmosfer bumi dan memancarkan
cahaya. Karena pergesekan tersebut, suhu meteor semakin naik dan terbakar
sampai akhirnya menguap. Manusia dapat melihat secara langsung meteor, ketika
meteor tersebut terbakar dan memancarkan cahaya.
Pada umumnya meteor yang memasuki
atmosfer bumi akan terbakar dan menguap. Namun ada juga meteor yang berhasil
bertahan, sehingga dapat masuk ke dalam atmosfer bumi dan mencapai permukaan
bumi sebelum habis terbakar. Meteor yang berhasil jatuh ke permukaan bumi di
kenal sebagai meteorid.
.
.
.
Demikian informasi yang dapat saya
berikan mengenai Tata Surya kita ini. Terima kasih banyak telah berkunjung ke blog
saya, dan saya berharap ini akan dapat bermanfaat dan menambah ilmu serta wawasan
anda mengenai Tata Surya kita.