Kamis, 09 Januari 2020

MENGENAL LEBIH DEKAT MENGENAI JAMUR TIRAM




1.      Pengertian, klasifikasi dan Morfologi Jamur Tiram

Jamur Tiram merupakan salah satu jamur konsumsi yang paling populer dan disukai oleh masyarakat, terutama di kalangan para vegetarian yang menjadikan jamur sebagai pengganti sumber protein, seperti daging dan telur.

Pada awalnya jamur tiram ini hanya tumbuh liar pada batang pohon lapuk di hutan. Namun seiring perkembangan Zaman, jamur tiram semakin dikenal dan kemudian mulai dibudidayakan oleh masyarakat secara luas. Budidaya dan pengolahan jamur ini tergolong mudah dibandingkan jamur lainnya.

Jamur tiram merupakan jamur konsumsi yang termasuk dalam kelompok Basidiomycota. Klasifikasi dari jamur jiram adalah sebagai berikut :
Kingdom         : Fungi
Filum               : Basidiomycota
Kelas               : Homobasidiomycetes
Subkelas          : Teleostei
Ordo                : Agaricales
Famili  : Tricholomatacea
Genus              : Pleurotus

Ciri khas jamur tiram adalah memiliki tudung berwarna putih, merah, hingga kecoklatan, yang berbentuk setengah lingkaran mirip seperti cangkang tiram dengan bagian tengah yang agak cekung. Tudung Jamur Tiram ini agak licin dan berdiameter antara 5 – 20 cm. Badan buah jamur  tiram memiliki tangkai yang tumbuh menyamping.

Selain memiliki tudung dan badan, jamur tiram juga memiliki spora dan miselium. Spora jamur tiram berbentuk seperti batang dan berfungsi sebagai alat reproduksi. Sedangkan miselium adalah kumpulan hifa berwarna putih yang tumbuh dengan cepat di sekitar media tanam (hifa itu sendiri adalah struktur jamur berbentuk seperti tabung yang terbentuk dari pertumbuhan spora atau konidia). Fungsi Miselium adalah sebagai penyerap makanan dari organisme di sekitar media tanam atau sisa-sisa organisme.

Jamur tiram merupakan jamur kayu yang dapat ditemukan dengan mudah sepanjang tahun di hutan atau pegunungan yang sejuk. Sebagai jamur kayu, jamur tiram biasanya bertumpuk dan menempel pada permukaan batang-batang pohon yang lapuk. Oleh sebab itu, pada pembudidayaan jamur tiram media yang paling tepat untuk digunakan adalah serbuk gergaji atau limbah penggergajian, karena memiliki kesamaan dengan habitat alaminya.

2.      Siklus Hidup Jamur Tiram

Proses perkembangbiakkan yang dialami oleh Jamur Tiram dalam siklus hidupnya ada 2 tipe, yaitu aseksual dan seksual. Perkembangbiakkan secara aseksual, terjadi melalui spora yang terbentuk secara endogen pada kantung spora atau sporangium. Tahapan proses perkembangbiakkan jamur tiram secara aseksual adalah sebagai berikut :

1)      Pelepasan dan penyebaran spora (basidiospora), pada tahap ini spora jamur yang berukuran sangat kecil, setelah matang akan terbawa angin dan jatuh ke tanah di sekitar tubuh jamur.

2)      Pembentukan miselium, pada tahap ini hifa akan tumbuh dan bertambah panjang membentuk helaian menyerupai benang bertautan. Tautan antar hifa yang menyerupai anyaman itulah yang disebut sebagai miselium, yang pada umumnya berwarna putih.

3)      Pembentukan tubuh buah, setelah miselium menyebar dan menutupi seluruh permukaan media tanam, maka tunas-tunas jamur akan muncul menyerupai kancing (pin head). Nantinya tunas-tunas inilah yang akan tumbuh membentuk tubuh buah.

4)      Pembentukan spora, ditahap terakhir ini pada bagian bawah tudung jamur, akan terbentuk garis-garis pangkal yang kemudian menyebar ke ujung tudung dan disebut basidia. Di basidia inilah, jutaan spora dihasilkan.

Sedangkan perkembangbiakkan secara seksual, terjadi melalui penyatuan dua jenis hifa yang bertindak sebagai gamet jantan dan gamet betina. Kedua hifa ini membentuk zigot yang kemudian tumbuh menjadi prodia dewasa. Sporaseksual pada jamur tiram disebut basidiospora, dan letaknya di dalam kantung basidium. Tahapannya adalah sebagai berikut :

1)      Basidiospora akan berkecambah dengan membentuk suatu masa miselium monokariotik. Miselium tersebut akan terus bertumbuh hingga hifa pada miselium bergabung dengan hifa yang sesuai, sehingga terjadi plasmogami membentuk hifa dikariotik. Kemudian, apabila kondisi lingkungan mendukung, yaitu suhu antara 10-20o C, kelembapan 85-95 %, cahayamencukupi, dan CO2 < 1000 pm, maka tubuh buah akan terbentuk.

2)      Pembentukan tubuh buah biasanya diiringi terjadinya kariogami (peleburan sel kelamin) dan meiosis (pembelahan sel kelamin dari diploid menjadi haploid) pada basidium. Bagian sel haploid hasil meiosis, kemudian bermigrasi menuju basidiospora. Dari spora yang terlepas nantinya akan berkembang menjadi hifa monokarion.

3)      Hifa monokarion akan berkumpul membentuk jaringan sambung-menyambung berwarna putih yang disebut miselium awal, kemudian akan tumbuh menjadi miselium dewasa (hifa dikarion). Dalam hal ini, hifa-hifa akan mengalami tahapan plasmogami, kariogami, dan meiosis hingga membentuk bakal jamur.

3.      Syarat Tumbuh Jamur Tiram

Pertumbuhan jamur tiram dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah sebagai berikut :

1)      Media Tanam

Media Tanam yang baik bagi pertumbuhan jamur tiram adalah serbuk kayu. Serbuk kayu yang baik berasal dari kayu yang keras, karena mengandung banyak selulosa. Selain serbuk kayu, jerami juga dapat digunakan sebagai media tanam. Jerami yang baik berasal dari jenis jerami yang keras, karena mengandung banyak selulosa.

2)      Kadar Air

Kadar air yang dibutuhkan jamur tiram untuk tumbuh adalah antara 60-65 % air bersih, agar miselium pada jamur tiram dapat tumbuh dan menyerap makanan dari media tanam dengan baik.

3)      Cahaya

Jamur tiram tidak memerlukan banyak cahaya matahari, jadi sebaiknya diletakkan di dalam ruangan atau tempat yang gelap, karena miselium pada jamur akan tumbuh lebih cepat di tempat yang gelap daripada di tempat yang terang. Namun pada masa pertumbuhan tubuh buah, jamur tiram memerlukan adanya rangsangan sinar. Oleh karena itulah itu, dalam pertumbuhannya jamur juga membutuhkan penyinaran dengan intensitas cahaya antara 60-70%.

4)      Suhu Udara

Suhu udara yang optimal bagi pertumbuhan jamur tiram dibagi menjadi dua fase, yaitu fase inkubasi dan fase pembentukan tubuh buah. Pada fase inkubasi suhu udara yang diperlukan adalah antara 22-28o C dengan kelembapan 60-70 %. Sedangkan pada fase pembentukan tubuh buah, suhu udara yang diperlukan adalah antara 16-22o C.

5)      Tingkat Keasaman (pH)

Dalam pertumbuhan jamur tiram sangat penting untuk mengetahui tingkat keasamaan (pH) medianya, apabila pH media terlalu rendah atau terlalu tinggi, maka pertumbuhan jamur akan terhambat. Oleh karena itu, pH media perlu diatur antara pH 6-7 dengan menggunakan kapur(kalsium karbonat). Jika tidak, maka kemungkinan besar akan tumbuh jamur lain yang akan mengganggu pertumbuhan jamur tiram itu sendiri. Daerah yang biasanya memiliki kondisi pH 6-7 adalah daerah dataran tinggi yang berada sekitar 700-800 m di atas permukaan laut.

4.      Jenis-jenis Jamur Tiram

Berdasarkan warna badan buahnya, terdapat beberapa jenis jamur tiram diantaranya adalah sebagai berikut :

1)      Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus)

Jamur tiram putih adalah jamur tiram yang paling banyak dibudidayakan oleh petani jamur dan yang paling populer di pasaran. Di jepang jamur ini dikenal dengan nama Shimeji. Tudungnya berwarna putih dan berdiameter antara 3-8 cm, dengan permukaan yang agak licin dan berminyak. Alasan kenapa jamur tiram putih paling banyak dikonsumi adalah karena jamur ini dapat dengan mudah menyerap zat terutama bumbu, yang mana membuatnya menjadi sangat lezat setelah dimasak.

2)      Jamur Tiram Merah (Pleurotus Flabellatus)

Di jepang jamur ini juga disebut sebagai Sakura Shimeji. Karena warnanya yang kemerahan atau merah muda itu sangat mirip dengan warna bunga sakura. Tudung jamur ini agak tebal dan memiliki diameter antar 5-10 cm. Walaupun jamur ini memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi dibanding jamur tiram putih. Pembudidayaan jamur ini masih belum banyak dilakukan oleh petani jamur, sehingga sangat sulit untuk mencarinya di pasaran.

Ketika dimasak, warnanya akan memudar karena panas. Sehingga jamur ini sering dipakai hanya sebagai penghias layaknya selada. Selain sebagai penghias, jamur ini juga digunakan sebagai obat yang diyakini mampu menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan darah.

3)      Jamur Tiram Kuning (Pleurotus Citrinipleatus)

Sesuai namanya, tudung jamur ini berwarna kuning cerah dengan diameter 2,5-5 cm. Jamur ini juga sering disebut sebagai Golden Oyster, karena penampilannya yang indah dan cantik. Penampilannya yang indah dan cantik, inilah yang menyebabkan jamur tiram ini jarang dikonsumsi dan lebih dijadikan sebagai tanaman hias. Ekstrak jamur ini bersifat anthiperlipidemia dan antioksidan yang mengandung zat yang bermanfaat bagi kesehatan, salah satunya adalah lektin yang sangat berkhasiat mencegah tumbuhnya tumor.

Hal itu telah dibuktikkan dengan adanya uji coba memasukan lektin ke tikus yang mengidap penyakit sarkoa, yang dilakukan di Cina. Dari uji coba itu terbukti bahwa lektin mampu menghambat perkembangan tumor sampai 80%. Selain lektin, terdapat juga zat glikoprotein yang bekhasiat ampuh mengatasi sel kanker leukemia.

4)      Jamur Tiram Biru (Pleurotus Popilinus)

Warna tudung jamur ini biru keunguan dan berdiameter antara 4-6 cm. badan buahnya tebal dan kaku. Jamur tiram biru mampu bertahan di lingkungan yang dingin hingga mencapai suhu 7o C.

5)      Jamur Tiram Abu-abu (Pleurotus Sayor Caju)

Di jepang jamur tiram abu-abu ini disebut sebagai Shimeji Grey. Jamur ini memiliki tubuh buah berwarna abu-abu dan tudung berdiameter 4-12 cm. Penggolongannya sama dengan jamur tiram putih, bedanya jamur ini memiliki rumpun yang lebih sedikit dibandingkan jamur tiram putih.  Ekstrak rasanya agak sedikit manis, tapi sayangnya sampai saat ini masih jarang dibudidayakan, sehingga sangat sulit menemukannya di pasaran.

6)      Jamur Tiram Cokelat (Pleurotus Cytidioasus)

Tudung jamur ini berwarna kecoklatan dan berdiameter 4-10 cm. Kulit tudungnya tebal sehingga bisa bertahan lebi lama saat disimpan. Jamur jenis ini memiliki citarasa yang lebih gurih daripada jenis jamur tiram lainnya.

7)      Jamur Tiram Raja (Pleurotus Umbellatus)

Jamur Tiram Raja ini memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh jenis jamur tiram lainnya, diantaranya kekenyalan dalam teksturnya dan memiliki daya tahan yang lebih lama untuk disimpan. Sehingga sejak mulai dibudidayakan pada tahun 1993 di Taiwan, Jepan, dan China, jamur ini menjadi primadona yang mampu menembus pasar ekspor. Di China jamur ini telah tersedia dalam bentuk jamur kering yang dijual dalam kaleng.

5.      Kandungan gizi dan Manfaat Jamur Tiram

Jamur Tiram merupakan salah satu bahan makanan bernutrisi tinggi dan memiliki berbagai kandungan zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Salah satunya adalah zat protein, yang tinggi kandungannya hampir sama dengan kandungan zat protein di dalam biji-bijian. Berikut beberapa kandungan zat gizi yang ada di dalam jamur tiram :

·         Kalori (energy) =  367 kal
·         Protein = 10,5-30,4 %
·         Karbohidrat = 56,6 %
·         Lemak = 1,7-2,2 %
·         Tianin = 0,2 mg
·         Riboflavin = 4,7-4,9 mg
·         Niasin = 77,2 mg
·         Co (Kalsium) = 314 mg
·         K (Kalium) = 3,793 mg
·         P (Fosfor) = 717 mg
·         Na (Natrium) = 873 mg
·         Fe (Zat Besi) = 3,4-18,2 mg
·         Serat = 7,5-87 %

Di dalam setiap jenis jamur pasti memiliki asam amino yang berbeda-beda. Berikut perbandingan antara asam amino jamur tiram dengan jenis jamur lainnya :

1)      Jamur Tiram
·         Leucine = 5,6
·         Isoleucine = 3,2
·         Valine = 4,1
·         Lysine = 4,9
·         Tryptophan = 1,6
·         Threonine = 3,4
·         Methione = 0
·         Phenylalanin = 2,4
·         Histidi = 0

2)      Jamur Kuping
·         Leucine = 3,8
·         Isoleucine = 2,9
·         Valine = 4,3
·         Lysine = 4,1
·         Tryptophan = 1,8
·         Threonine = 4,2
·         Methione = 1,2
·         Phenylalanin = 3,8
·         Histidi = 1,8

3)      Jamur Merang
·         Leucine = 4,5
·         Isoleucine = 3,4
·         Valine = 5,4
·         Lysine = 7,1
·         Tryptophan = 1,5
·         Threonine = 3,5
·         Methione = 1,1
·         Phenylalanin = 2,6
·         Histidi =1,5

4)      Jamur Shiitake
·         Leucine = 7,9
·         Isoleucine = 4,9
·         Valine = 3,7
·         Lysine = 3,9
·         Tryptophan = 0
·         Threonine = 5,9
·         Methione = 1,9
·         Phenylalanin = 4,9
·         Histidi = 0

5)      Jamur Campignon
·         Leucine = 4,9
·         Isoleucine = 2,2
·         Valine = 3,8
·         Lysine = 5,1
·         Tryptophan = 1,2
·         Threonine = 4,7
·         Methione = 8
·         Phenylalanin = 0
·         Histidi = 1,2

Jamur Tiram memiliki banyak sekali manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Berikut beberapa manfaat yang dimiliki oleh jamur tiram :

1)            Membantu pembentukan sel darah merah.

2)            Membantu menangkal radikal bebas. Senyawa riboflamin, niacin, dan selenium dalam jamur tiram dapat menghasilkan antioksidan untuk menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan rusaknya sel-sel pada tubuh.

3)            Anti Bakteri. Senyawa benzaldehida dalam jamur tiram membantu mengurangi tingkat bakteri yang menyebabkan stress.

4)            Sumber protein altenatif. Jamur tiram mengandung asam amino esensial yang sangat lengkap. Protein dalam jamur tiram kering mencapai 10-30 % dan lebih tinggi daripada beras yang hanya 7,3 %, gandum 13,2 %, atau bahkan daging 25,2 %.

5)            Meningkatan sistem kekebalan tubuh. Kandungan vitamin pada jamur tiram dapat membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh. Selain itu, magnesium di dalamnya juga sangat baik bagi tubuh.

6)            Menurunkan kolesterol. Kandungan gizi jamur tiram setara dengan kandungan gizi dalam daging. Hanya saja perbedaannya terletak pada kandungan kolesterol, kandungan kolesterol dalam jamur adalah 0%, sehingga asupan nutrisi dalam setiap konsumsi jamur tiram, tidak disertai dengan kolesterol jahat. Kandungan serat yang cukup tinggi dalam jamur tiram juga dapat menurunkan kepekatan lemak dalam darah, serta mencegah penyerapan makanan berlebih. Sehingga konsumsi jamur tiram secara rutin dapat membantu menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh.

7)            Menurukan berat badan. Jamur tiram yang kaya akan serat dan kandungan air yang tinggi, dapat membantu menurunkan berat badan.

8)            Menurunkan tekanan darah. Zat ergosterol pada jamur tiram akan berubah menjadi vitamin D saat terkena ultraviolet. Vitamin D berperan mengatur enzim kekebalan tubuh, membantu menurunkan tekanan darah, dan  menjaga kesehatan jantung.

9)            Menjaga kesehatan hati. Sifat anti bakteri pada jamur dapat menjadi penawar racun bagi hati. 

10)        Penghancur virus dan tumor. Zat besi pada jamur tiram berperan penting dalam membantu pertumbuhan limfosit. Senyawa ini berfungsi untuk menghancurkan sel-sel tumor atau virus penyakit

11)        Asupan nutrisi bagi ibu hamil.  Kandungan gizi dalam jamur tiram dapat membantu memenuhi nutrisi bagi ibu hamil.

12)        Mencegah kanker payudara. Jamur tiram mengandung beta-glucan dan asam linoleat. Beta-glucan berperan sebagai penghambat  pertumbuhan sel kanker prostat pada pria. Sedangkan asam linoleat berperan menekan timbulnya efek estrogen yang menyebabkan kanker payudara pada wanita setelah menopause.